Kerajinan Perhiasan Dari Biji Di Yogyakarta

0 25

Kerajinan Perhiasan Dari Biji Di Yogyakarta

Biji, meski bentuknya cukup beragam dan unik tetapi biji sebenarnya merupakan bahan yang sering kali dibuang dan dipandang sebelah mata. Padahal, dengan sedikit ketelatenan dan peralatan yang sederhana, aneka macam biji dapat dikreasikan menjadi aneka bunga yang cukup cantik.

Selain itu, biji dapat disulap menjadi ragam hiasan dinding yang cukup unik jika dipajang di ruangan rumah Anda.

Warna-warni biji yang natural serta bentuknya yang unik menjadikan bunga dan hiasan dinding tersusun dari biji-bijian ini mempunyai nilai seni yang tinggi

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan sentra produksi buah salak yang terletak di lereng Gunung Merapi yaitu Kabupaten Sleman. Banyak wirusahawan yang membuka peluang usaha baru dengan menciptakan berbagai produk olahan dari buah salak guna meningkatkan nilai tambah dan daya jual dari buah salak. Produk olahan tersebut di antaranya yaitu selai salak, keripik salak, sirup salak, bakpia salak, dan lain-lain.

Selain itu, DIY juga dikenal dengan produk jamu tradisionalnya yang berada di Kabupaten Bantul, tepatnya di Kiringan, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa ini cukup terkenal di Kecamatan Jetis sebagai desa ”Sentra Jamu”, tempat 120 penjual jamu di desa tersebut memanfaatkan bahan-bahan alam lokal, salah satunya yaitu asam jawa.

Dari sini dapat diperkirakan bahwa limbah produksi berupa biji buah dari buah salak ataupun asam jawa cukup melimpah. Para produsen produk olahan buah tersebut lebih fokus pada produk mereka dan menganggap limbah produksi mereka seperti biji-bijian tersebut sebagai sampah yang mengotori lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengelolaan sampah, dalam hal ini limbah biji salak dan biji asam jawa, serta limbah biji-biji tumbuhan lainnya yang dimanfaatkan menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

Seperti sekelompok mahasiswa prodi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Ridwan Budiyanto, Tri Hardiyanti, dan Muhamad Ridwan menciptakan industri kreatif pemanfaatan biji-bijian menjadi aneka kerajinan berupa statement necklace atau kalung-kalung unik yang diberi merk Sentace. Bahkan mereka sudah mendaftarkan merk Sentace di Kementerian Hukum dan HAM melalui Kanwil DIY.

Potensi pasar kerajinan statement necklace masih cukup luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Harga statement necklace di pasar juga cukup menjanjikan yaitu berkisar Rp50.000,00 hingga Rp250.000,00. Selain itu, Yogyakarta sebagai salah satu kota pariwisata di Indonesia sangat mendukung berkembangnya industri kerajinan tersebut.

Menurut Ridwan Budiyanto, potensi biji-biji tumbuhan seperti biji rotan, saga, asam jawa, salak, dan sebagainya masih mempunyai nilai jual yang rendah di pasaran dan bahkan di beberapa lokasi merupakan limbah organik yang tidak termanfaatkan secara optimal. “Padahal nilai artistik dan natural dari rangkaian biji-bijian tumbuhan mampu memberikan nilai seni yang klasik dengan tekstur asli biji-bijian tumbuhan yang memiliki perpaduan warna yang unik,” kata Ridwan Budiyanto.

“Oleh karena itu, kami menciptakan Sentace yang merupakan aneka kerajinan kalung yang memanfaatkan biji-bijian tumbuhan sebagai bahan bakunya.” Tri Hardiyanti menambahkan bahwa keunggulan dan keunikan yang dimiliki produk Sentace dibandingkan produk statement necklace yang lain yaitu dari sisi desain yang menarik, bercorak khas, dan bernuansa etnik. “Sentace merupakan produk inovatif yang ramah lingkungan dengan bahan baku berupa biji-bijian tumbuhan yang sangat murah dan mudah diperoleh, sehingga harga yang ditawarkan cukup terjangkau,” kata Tri.

Source http://harian.analisadaily.com http://harian.analisadaily.com/lain-lain/news/menyulap-biji-bijian-jadi-perhiasan-cantik-dan-unik/10269/2014/03/02
Comments
Loading...