Kerajinan Perhiasan Kuningan Di Bantul

0 142

Kerajinan Perhiasan Kuningan Di Bantul

Kuningan dikenal sebagai bahan baku kerajinan yang bisa diolah menjadi aneka produk bernilai jual tinggi. Berbagai macam produk seperti perhiasan, hiasan dinding, aneka miniatur, hingga gamelan menjadi kreasi yang banyak dibuat dari bahan kuningan. Dari aneka macam kerajinan tersebut, perhiasan menjadi salah satu produk yang banyak dibuat dan dipasarkan dewasa ini. Salah satu perajin perhiasan yang menggunakan kuningan sebagai bahan baku utamanya adalah Ibu Suparjilah. Warga Pringgolayan Banguntapan Bantul itu sejak tahun 1980 menekuni produksi perhiasan imitasi berbahan baku kuningan dan perak.

Ibu Suparjilah menuturkan awal mula menekuni produksi kerajinan berbahan baku kuningan tersebut. “Tahun 1978 sampai dengan 1980 saya masih ikut orang sebagai tenaga produksi kerajinan kuningan, setelah berjalan dua tahun saya memutuskan untuk menekuni usaha tersebut sendiri dengan dibantu keluarga,” terang Ibu Suparjilah kepada tim liputan bisnisUKM. Keputusan untuk mandiri ternyata mampu mengangkat perekonomian keluarga Ibu Suparjilah yang setiap bulan rutin memproduksi ratusan model perhiasan seperti aneka bros, anting-anting, tusuk konde, mahkota, kalung, set perhiasan pengantin, dll.

Berada dekat dengan Kotagede yang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan perak dan kuningan, membuat Ibu Suparjilah dengan mudah mengetahui perkembangan model terbaru kreasi kerajinannya. “Kami selalu mengupdate perkembangan model agar tidak ketinggalam jaman, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap permintaan konsumen,” jelasnya. Selain dari wilayah Kotagede, beliau selama ini juga memantau perkembangan model perhiasan melalui media televisi. Alhasil, banyak produk kreasi Ibu Suparjilah yang dinamai dengan nama-nama artis seperti Konde Luna Maya, Keong Racun, Indra Bekti, Cyntia Sari, dll. Pemberian nama tersebut sedikit banyak memberikan pengaruh kepada konsumen karena mampu menimbulkan rasa penasaran.

Saat ini, dalam mengerjakan produksi rutin dan pesanan, Ibu Suparjilah dibantu beberapa orang tetangganya untuk mengerjakan proses hingga setangah jadi. “Mereka membuatnya di rumah, setelah menjadi produk setengah jadi, mereka menyetorkan karya tersebut ke saya untuk dilakukan proses finishing,” terang ibu 6 orang putra tersebut. Proses finishing yang dilakukan adalah penyepuhan atau electroplating dengan lapisan perak dan emas. Proses penyepuhan dilakukan oleh tiga orang putra Ibu Suparjilah di halaman belakang rumahnya.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/peluang-usaha-kreasi-perhiasan-imitasi-berbahan-kuningan.html
Comments
Loading...