Kerajinan Permainan Anak Di Kampung Dolanan Yogyakarta

0 371

Kerajinan Permainan Anak Di Kampung Dolanan Yogyakarta

Tiba di pendopo Kampung Dolanan, beberapa patung berbahan jerami yang menggambarkan orang sedang bermain menarik perhatian saya. Patung-patung itu menyambut tamu dan seolah mengatakan slogan Kampung Dolanan: “Mainlah ke kampungku dan temukan keceriaan masa kecilmu.”

Di seberangnya, terdapat sawah yang hijau ditanami padi. Tak jauh dari pendopo, terdapat kediaman Sekar Mirah Satriani (27), perempuan yang dipercaya mengurus Kampung Dolanan. Sekar, lulusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada ini, bersedia menerima kunjungan dan pertanyaan-pertanyaan saya seputar Kampung Dolanan. Saat diwawancarai, di sekelilingnya terdapat mainan tradisional yang menegaskannya sebagai pelestari produk budaya itu.

Kampung Dolanan di Pedukuhan Pandes, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, merupakan bagian dari Komunitas Pojok Budaya. Berdasarkan tuturan Sekar, Wahyudi Hadi Anggoro (37), penggagas Kampung Dolanan, sebenarnya telah berencana mendirikan komunitas yang peduli terhadap permainan tradisional sejak paruh kedua dekade 1990-an. Namun, kendala selalu saja menghambatnya. Misalnya, karena saat itu ia sedang berstatus mahasiswa, jiwa mudanya sering terusik untuk mencoba hal-hal baru yang membuatnya tidak fokus.

Untuk melengkapi data, saya pun mewawancarai Wahyudi. Kampung Mataraman sebagai salah satu unit usaha desa itu menjadi tempat saya bersua dengan Lurah Desa Panggungharjo ini. Sebelum memasuki halamannya, kita disambut juga oleh patung-patung seperti di Kampung Dolanan. Ya, selain menyediakan makanan, tempat ini juga memfasilitasi wahana permainan tradisional. Bagi orangtua yang membawa anak-anaknya, sembari menyantap kudapan tradisional, mereka bisa melihat keceriaan buah hati mereka menikmati fasilitas itu sebebas mungkin.

Berdasar informasi KRJOGJA.com, dijelaskan bahwa di Kampung Mataraman, kita dapat menjumpai budaya maysarakat abad ke-19 secara menyeluruh, mulai dari pola mendirikan rumah dan halamannya. Lebih lanjut, pawon juga coba dihadirkan dengan segala pernak-pernik tradisionalnya. Tempat memasak tradisional itu dimaksudkan untuk melakukan olah roso. Karena pawon adalah sebuah tempat memasak yang mengedepankan rasa.

Source https://karimilham.wordpress.com https://karimilham.wordpress.com/2017/12/05/kampung-dolanan-penyambung-nyawa-permainan-tradisional-anak/
Comments
Loading...