Kerajinan Pernak-Pernik Dari Daur Ulang Di Boyolali

0 213

Kerajinan Pernak-Pernik Dari Daur Ulang Di Boyolali

Banyak yang tidak menyangka, jika sampah yang menumpuk bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang menarik dan bernilai ekonomis tinggi. Melalui tangan terampil, sampah bekas yang pada umumnya dibakar atau dibuang, justru mampu disulap menjadi penak-pernik rumah tangga yang unik dan menarik.

Dialah Sri Pujiati, perempuan 39 tahun yang awalnya hanya iseng membuat kerajinan tas dari kantong plastik, justru menjadi pemantik kreativitasnya. Beberapa botol bekas dan plastik yang berada di tempat pengelolaan sampah kampungnya malahan menjadi bahan-bahan untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Warga Karangwuni, RT 3, RW 1, Desa Doplang, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah itu menyebutkan jika dirinya merupakan warga baru di kampung tersebut. Sebelumnya, perempuan yang memiliki dua putra ini tinggal di Ibu Kota Jakarta. Karena pindah di kampung mengikuti suami, ia pun mencoba mengisi waktu luang untuk coba-coba membuat kerajinan dari barang bekas.

Selain mengisi waktu luang, Pujiati mengaku kian semangat membuat kerajinan dari botol bekas ini setelah bergabung dengan kader kesehatan desa. Melihat kondisi kantor kesehatan desa tidak ada hiasan, ia pun membuat kerajinan dan dipajang di kantornya. Keterampilan yang dimiliki inipun sudah mulai ditularkan kepada ibu-ibu rumah tangga dan kaum remaja yang ingin belajar.

Bahkan, hingga hampir satu tahun berjalan, Pujiati mengaku belum sepenuhnya konsentrasi untuk menjual hasil kerajinan dari barang bekas tersebut. “Saat ini masih fokus untuk mengajari ibu-ibu yang ingin belajar membuat kerajinan dari sampah. Paling satu minggu sekali, ibu-ibu dan remaja perempuan untuk belajar bersama,” ungkapnya.

Sekitar 10 ibu-ibu yang setiap pekan sekali belajar membuat kerajinan dari barang bekas. Sebagian besar hasil kerajinan yang telah dibuat untuk koleksi kantor kader kesehatan desa.
“Belum sampai dipasarkan secara bebas. Rencana November 2017 nanti akan ikut expo di Boyolali. Baru fokus untuk mengajari ibu-ibu yang ingin belajar,” lanjut dia.

Meski belum dipasarkan secara resmi, namun sudah ada rekan maupun tetangga yang membeli hasil kerajinan dari sampah tersebut. Beberapa yang membeli hasil kerajinan ini mengetahui dari media sosial yang digunakan setiap harinya.

Ada harapan besar bagi Pujiastuti, selain bisa menularkan ketrampilan membuat kerajinan dari barang bekas. Kegiatan ini bisa mengisi waktu luang, dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat khusunya kaum perempuan untuk bisa membantu meningkatkan kesejahteraan dengan pekerjaan sambilan membuat kerajinan dari barang bekas.

“Adanya kelompok kerajinan ini harapannya dapat mendukung terciptanya kampung asri, sekaligus sebagai sarana pemberdayaan kaum perempuan. Tak hanya mengisi waktu luang, ke depannya diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga,” tandasnya.

Berbagai kerajinan yang telah dibuat dari barang bekas ini di antaranya tas, vas bunga, dudukan lampu, tirai, tempat tisu, dompet dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan pun masih relatif murah, karena bahan-bahan yang digunakan untuk kerajinan tidak memperlukan modal yang besar.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2017/10/sri-pujiati-ubah-sampah-jadi-kerajinan-cantik.html
Comments
Loading...