Kerajinan Pigura Di Cirebon

0 251

Kerajinan Pigura Di Cirebon

Farhan Wijaya alias Joko Tole, penjual pigura yang menggratiskan pembeli jika mampu menghafal tiga surat Alquran ternyata sempat merasakan hidup yang jauh dari kata baik.

Kios piguranya yang berada di Jalan Sukalila Selatan Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Joko mengaku sempat bergelut di dunia illegal logging (penambangan liar). Bersama keluarganya, Joko membeli kayu dari para penebang hutan untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Wilayah III Cirebon.

Hanya dua tahun Joko bertahan sebagai penyalur kayu-kayu dari Kalimantan, tepatnya dari 2006 hingga 2008, karena perusahaan yang dikelolanya bangkrut. Ia sangat bersyukur perusahaanya itu bangkrut sehingga menemukan jalan lain untuk berusaha. Joko menganggap kebangkrutan perusahaan jual-beli kayu yang dikelolanya itu sebagai gerbang hijrahnya.

Setelah mengalami kebangkrutan, pria asal Madura itu memilih menetap di Cirebon. Sekitar satu tahun lebih, Joko tak memiliki pekerjaan. Hidupnya dirundung kesusahan. Tak ingin berlarut-larut merasakan keterpurukan, Joko pun memilih untuk lebih mendakatkan dirinya kepada Sang Khalik.

Semenjak itu, Joko mulai aktif pada kegiatan pengajian. Baru pada tahun 2010 ia memulai usaha dengan menjual pigura. Ia pun ingin menebarkan kedamaian yang ia rasakan, salah satunya dengan menebar kebaikan. Ia memiliki keinginan untuk terus membantu sesama. Belajar dari pengalaman hidupnya yang sempat terpuruk dan menganggur selama dua tahun, Joko pun ingin membantu mendanai usaha bagi orang yang masih menganggur.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3621885/kisah-joko-tole-dari-pengusaha-illegal-logging-jadi-penjual-pigura
Comments
Loading...