Kerajinan Pigura Di Surabaya

0 317

Kerajinan Pigura Di Surabaya

Jais, nama bapak Seorang usahawan dalam bidang pigura. Ia menjalankan sebuah home industry di rumahnya yang terletak di Banyu Urip Wetan 5/5A. Bisnis pigura mulai ia tekuni sejak tahun 1995. Ia tidak membuat pigura dari dasarnya, tetapi tinggal merakitnya. Jadi, ia membeli batang kayu pinggiran pigura, kaca, serta poster untuk kemudian dirangkai menjadi suatu pigura utuh yang cantik.

“Biasanya desainnya macam-macam, ada yang kaligrafi, bunga, pemandangan”, ujar Jais. Pigura yang telah jadi itu kemudian ia kirim ke Pasar Turi, diambil sendiri oleh pembelinya, atau dikirim langsung ke rumah pemesan. Ia jarang melayani pesanan karena tidak suka keribetannya. Bila ada pesanan yang repot, cenderung ia alihkan ke orang lain karena ia hanya mengeluarkan produk, jadi tidak terikat pembeli.

Awal mula ia tertarik terjun ke dunia pigura ini dimulai ketika Jais masih bekerja di Pasar Turi sebagai karyawan toko kerajinan. Ia melihat ada orang yang menjual pigura, dan tak tahu kenapa ia mulai berminat untuk melakoni bisnis yang sama, bersama temannya. Semuanya berjalan dengan sendirinya, tidak ada paksaan. Sebagai permulaan, pria berusia 36 tahun ini menjual pigura hasil kreasinya dengan cara menitipkannya di toko lain, sambil tetap bekerja sebagai karyawan.

Lama-kelamaan usahanya mulai berkembang, hingga akhirnya ia bisa memiliki ruko sendiri di pasar turi sebagai galerinya. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, Pasar Turi tiba-tiba saja terbakar sekitar tahun 1997, menyebabkan bisnis Jais yang baru berkembangpun hancur. Namun ia tak menyerah, ia memulai lagi segalanya dari nol. Sekarang ia mengerjakan usahanya di rumah. Bila dananya sudah cukup, ia berencana akan membeli toko lagi. Pria lulusan SMP ini tetap fokus menekuni dunia pigura, tidak ada pekerjaan sampingan yang lain.

Pertama kali memulai bisnisnya ia membutuhkan modal sebesar Rp200.00,00. Modal itu ia gunakan untuk membeli kayu, poster, dan peralatan lainnya. Kayunya ia beli dari Mojokerto dilangganannya. Selanjutnya pigura itu ia jual dengan harga yang bermacam-macam, tergantung dari ukuran dan kualitasnya. Yang paling mahal ia pernah menjual sebesar Rp1.500.000,00 sedang yang paling murah sebesar Rp50.000,00. Pembelinya berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Surabaya, Jakarta, Malang, dan lain-lain. Selama ini ia belum pernah mendapatkan masalah apa-apa, semuanya aman terkendali.

Source https://citispeak.wordpress.com https://citispeak.wordpress.com/2009/07/01/hidup-dari-dan-untuk-pigura/
Comments
Loading...