Kerajinan Pigura Kaligrafi Di Sidoarjo

0 34

Kerajinan Pigura Kaligrafi Di Sidoarjo

Musim umrah tiba, pengrajin pigura dan kaligrafi di Kabupaten Sidoarjo kebanjiran pesanan. Pigura, terutama yang bertuliskan kaligrafi, dianggap memiliki daya tarik tersendiri saat dijadikan hiasan dinding rumah.

Menurut salah satu pengrajin pigura dan kaligrafi di Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan, Widarti Setyaningsih (50) mengaku, pesanan yang diterimanya meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Kenaikannya terjadi selama satu bulan terakhir.

“Alhamdulillah omzet naik sekitar 20 persen karena banyaknya pesanan saat musim nikahan dan ibadah umrah seperti saat ini,” katanya

Dalam sehari, Widarti mengaku mampu menjual 200-250 buah pigura berbagai ukuran dan bentuk. Bahkan ia tetap kesulitan memenuhi permintaan pasar kendati sudah menambah pekerja.

“Pesanan dari masyarakat berbagai wilayah di Jawa Timur,” tambah Widarti.

Belum lagi Widarti juga menerima pesanan grosir maupun eceran dari sejumlah studio foto di musim hajatan pernikahan seperti sekarang ini.


Dijelaskan Widarti, pigura produksinya dibuat dari kayu plafon, frame dan kayu dake. Ketiga bahan baku tersebut kemudian dibentuk sesuai dengan ukuran menggunakan mesin bor dan mesin pemotong kayu. Setelah itu, pigura yang setengah jadi itu dicat.

Pigura itu lantas disatukan dengan kaligrafi berlafazkan ayat-ayat Al Quran yang telah dicetak ke atas kertas. Beberapa kaligrafi yang sering dipesan di antaranya Ayat Kursi, Surat Al Fatihah dan Asmaul Husna. Banyak pula yang memesan lafaz Allah dan Muhammad SAW sebagai hiasan.

Widarti mengatakan ia menyediakan pigura berbagai ukuran, di antaranya 60×90 cm, 60×120 cm, 30×100 cm, 30×140 cm hingga ukuran 30×150 cm. Harganya pun berkisar antara Rp 300-400 ribu.

“Paling murah ukuran 4 R dengan harga Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 3.750.000 ukuran 100×180 cm,” ungkap Widarti.

Namun selain menjual pigura dari kayu, Widarti juga melayani pesanan pigura berbahan dasar fiber yang lebih ringan dan harga yang lebih miring.

Sementara itu, salah satu pembeli bernama Fitriani (36) mengaku sengaja membeli pigura langsung dari pengrajin karena banyak pilihan.

“Harganya murah mas karena langsung di pengrajinnya. Terlebih lagi banyak pilihannya,” tandas warga Kecamatan Balongbendo ini.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4339389/rezeki-musim-umrah-untuk-pengrajin-pigura-dan-kaligrafi-di-sidoarjo
Comments
Loading...