Kerajinan Pin Garuda Di Banaran

Lambang Garuda Untuk Mobil
0 196

Kerajinan Pin Garuda Di Banaran

Pin garuda Pancasila biasanya menjadi salah satu atribut wajib, terutama saat peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Namun penggunaan pin garuda Pancasila saat ini menjadi atribut yang selalu digunakan rakyat Indonesia, khususnya saat upacara peringatan hari besar nasional. Di Banyumas, Kusnadi, warga Banaran Kecamatan Purwokerto Barat, menjadi salah satu perajin kuningan yang selalu memproduksi pin garuda Pancasila dalam berbagai ukuran. Hal itu sudah ditekuninya sejak kecil, dimana keterampilan tersebut merupakan warisan dari kedua orang tuanya yang juga perajin kuningan. “Dulu awalnya hanya ikut-ikutan bapak buat kerajinan dari kuningan. Namun sekarang berkat keterampilan itu, saya bisa menghidupi keluarga saya.

Bahkan juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” katanya. Diakui, sebelumnya dia kesulitan memasarkan produk-produk kerajinan kuningannya, salah satunya pin garuda pancasila yang selalu diproduksinya tiap tahun. Namun saat ini, dia mengaku sudah memiliki pasar sendiri di Jakarta. “Tidak hanya pin garuda Pancasila saja, saya juga membuat kerajinan kuningan lain seperti sabuk sekolah, emblem untuk TNI, Polri, Satpol PP, Lurah, Camat, Bupati, Pramuka, dan medali,” katanya. Diakui, saat menjelang peringatan kemerdekaan RI, dia cukup kewalahan memenuhi pesanan pin garuda Pancasila yang cukup banyak.

Namun menurutnya, pesanan tidak hanya datang saat itu saja, tetapi terus mengalir bahkan hampir setiap bulan dia menerima pesanan. Termasuk saat memasuki bulan November ini, dimana ada peringatan Hari Pahlawan yang biasanya juga banyak pesanan pin garuda Pancasila dan emblem TNI. Dijelaskan, untuk proses pembuatan kerajinan dari kuningan memakan waktu yang cukup lama. Menurutnya, ada beberapa proses yang harus dilakukan sebelum lembaran kuningan menjadi pin berbentuk garuda pancasila atau kerajinan lain. Setidaknya lanjutnya, ada tiga tahap pembuatannya yaitu proses pengecatan yang didahului penyablonan kuningan, proses penyepuhan, dan proses pelapisan dengan fiber.

“Fiber itu sejenis bahan untuk melapisi permukaan kuningan dengan bentuk bening, agar kuningan lebih awet,” jelasnya. Mengenai harga, khususnya untuk pin garuda Pancasila diakui cukup bervariasi. Saat ini ukuran pin garuda Pancasila yang dibuat yaitu ukuran sedang, jumbo, dan super jumbo. Untuk ukuran sedang, harga yang dipatok Rp 3.000 per buah, ukuran jumbo Rp 7.500 per buah, dan ukuran super jumbo sebesar Rp 10 ribu per buah. “Ukuran yang biasa dipakai di kopiah paskibra itu yang jumbo, untuk ukuran sedang lebih kecil, sementara ukuran super jumbo sedikit lebih besar,” jelasnya. Dia mengaku akan terus melakukan usaha pembuatan pin garuda Pancasila. Selain menjadi mata pencahariannya sehari-hari, hal itu juga dinilai sebagai upaya nasionalisme yang ditunjukkannya untuk bangsa.

Source https://radarbanyumas.co.id https://radarbanyumas.co.id/kusnadi-perajin-pin-garuda-pancasila/
Comments
Loading...