Kerajinan Pion Gantungan Sangkar Burung Di Solo

0 294

Kerajinan Pion Gantungan Sangkar Burung Di Solo

Unik dan kreatif. Itulah yang dilakukan warga di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, dengan membuat gantungan sangkar burung berbentuk pion (buah catur). Nah, hasil kerajinan pion gantungan sangkar burung tersebut, sempat dipamerkand alam Festival Budaya Banjarsari di Monumen 45 Banjarsari selama tiga hari.

Seorang pengrajin pion gantungan sangkar burung, Lasiman Hadi Suwarno warga asli Banyuanyar, mengatakan, bahan dasar untuk membuatnya dari kayu maoni. “Sejak tahun 1994 saya berkecimpung dengan usaha rumahan semacam ini. Saya senang bisa ikut berpartisipasi dalam Festival Budaya Banjarsari ini, karena ini merupakan bentuk pengenalan kepada masyarakat tentang suatu seni yang dihasilkan warga Kelurahan Banyuanyar,” ungkapnya di arena Festival Budaya Banjarsari.

Dalam sehari ia bisa membuat 60 buah pion gantungan sangkar burung, dengan mempekerjakan 10 orang pekerja. “Di sini saya menjual harga yang sangat terjangakau, mulai dari Rp 2.500 – Rp 25.000, tentu harganya sangat berbeda bila membeli di tempat pembuat secara langsung. Di sini saya juga tidak mencari laba, hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat tentang keberadaan gantungan sangkar burung ini,” imbuhnya.

Ditambahkan, hasil kreativitasnya sudah merambah ke kawasan Jakarta dan luar Jawa. “Saya sangat mengapresiasi acara ini, tetapi alangkah indahnya bila festival ini diadakan sampai malam, agar semua masyarakat bisa menikmati keindahan Festival Budaya Banjarsari,” pintanya.

Source https://www.timlo.net https://www.timlo.net/baca/16725/uniknya-pion-gantungan-sangkar-burung/
Comments
Loading...