Kerajinan Pipa Di Sukabumi

0 345

Kerajinan Pipa Di Sukabumi

Keindahan dan keeksotisan kerajinan pipa terpancar melalui proses pembakaran yang rumit dan keahlian tinggi oleh tangan para seniman paralon di Sukabumi, Jawa Barat. Pipa PVS biasan kita gunakan sebagai bahan baku konstruksi, dan sarana saluran air saja. Jikapun tersisa, maka hanya akan menjadi sampah di TPS, paling juga mentok-mentoknya cuma dibakar.

Sifat paralon PVS yang keras, membuatnya sulit untuk diolah menjadi barang lain yang berguna, terbukti dengan minimnya pemanfaatan pipa bekas di sekitar kita. tapi ditangan kreatif Ilham Wirahadikusuma, pipa yang tak bernilai ekonomis disulap menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Pria asal Sukabumi ini memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai kontraktor untuk menekuni bisnis barunya ini. Pada tahun 2002 Ilham sempat menjadi pengrajin kayu. Namun, bahan kayu yang ia butuhkan semakin sulit didapatkan membuatnya berpikir ulang untuk melanjutkan bisnis kayunya.

Akhirnya, ia memutuskan berhenti dari pengrajin kayu dengan pertimbangan sulitnya bahan baku, dan semakin banyaknya jumlah pengrajin kayu di daerah ia tinggal. Tahun 2003 ia mulai memberanikan diri untuk berkreasi dengan pipa paralon. Mulanya ia membuat handcraft. Berbekal pengalaman sebagai pengrajin kayu. Ia coba menerapkan ilmu perkayuanya untuk menghasilkan kerajinan pipa yang indah.

Pada awalnya Ilham mengakui mengalami kesulitan dalam mendesain kerajinan pipa, namun berkat kerja keras dan ketekunannya, hasil kerajinan pipa pertamanya cukup memuaskan. Kemudian ia mencoba mengkreasikan pipa dalam bentuk furnitur.

Kemudian uang tersebut ia belikan pipa PVS beserta peralatan pembuatan kerajinan furnitur. Setelah mealui proses yang cukup melelahkan, akhirnya pipa tersebut berhasil dikreasikan barang-barang bernilai ekonomi tinggi, seperti kursi antik, lampu dinding, lampion, lampu etnik dan berbagai aksesoris, seperti cincin, gelang, anting, bahkan figura lukisan yang luar biasa. Menurutnya, pipa yang tersedia dipasaran hanya ada dua jenis, yaitu berwarna putih dab berwarna abuabu.

Pipa PVCputih jika dibakar akan menghasilkan warna kuning kecoklatan-coklatan seperti warna kayu. Sedangkan untuk paralon PVC abu-abu menghasilkan warna silver. Dari total kerajinan yang ia buat, Ilham menjual produknya dengan harga dua kali lipat. Dari keuntungan ini, ilham sekarang dibantu oleh empat karyawannya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Masing-masing karyawan memiliki bagian dan tanggung jawab dalam mengolah pipa PVC, seperti pengamplas, pembakar, dan pemotong paralon. Untuk pembelian pipanya sendiri, Ilham menjalin kerjasama dengan pabrik paralon besar, sehingga menghemat biaya bahan baku karena harganya jauh lebih murah. Sedangkan kerajinan pipa miliknya terdiri dari dua jenis, yaitu kerajinan dengan pipa besar dan pipa kecil.

Paralon PVC kecil biasa dimanfaatkan untk membuat cincin, gelang kalung, anting, dll. Dalam sehari, Ilham mengaku dapat memproduksi 200-400 aksesoris berukuran kecil. Sedangkan untuk ukuran besar berkisar antara 100-200. Tidak kurang dari 100 pipa paralon besardiolah menjadi kerajinan oleh Ilham.

Sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Bogor dan Sukabumi berhasil ia kuasai, saat ini Ilham ingin merambah ke pasar Internasional, untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Bahkan investor asing, dari Malaysia dan Pakistan mulai melirik kerajinan Pipa PVC bakar untuk di jual di negaranya. Sedangkan negara yang sudah rutin menjadi langganan Ilham diantaranya adalah Australia, Eropa Timur, Timur Tengah, dan China.

Ilham mengakui untuk memenuhi permintaan yang saat ini saja, ia dan karyawannya sudah kuwalahan dan membutuhkan 30 tenaga ahli untuk dilatih untuk menjadi seniman pipa bakar. Kerajinan yang terbilang baru dan fenomenal ini, membuat Ilham berkeinginan untuk mematenkan hak cipta kerajinan pipanya ini sebagai kerajinan khas Sukabumi.

Source http://infosiana.net http://infosiana.net/kerajinan-dari-pipa-paralon-dan-pvc/
Comments
Loading...