Kerajinan Piring Dan Gelas Bekas Di Malang

0 1.016

Kerajinan Piring Dan Gelas Bekas Di Malang

“Saat kita jalan kita menemukan suatu ide ya tuangkan saja apa yang kita rasa, apa yang kita lihat. Dari situ akan membuat kita terus berexplorasi dan tidak mati gaya. Kita juga harus jeli dengan pangsa pasar, lihat apa yang tengah diminati. Menurut saya ide untuk handycraft itu tidak ada batasnya,” tulis pemilik Lita Art, Diah Rahmalita. 

Jika Anda memiliki barang bekas, jangan buru-buru langsung membuang ke tempat sampah. Siapa tahu, barang bekas itu bisa dimanfaatkan menjadi barang lain yang memiliki nilai jual tinggi. Di tangan Diah Rahmalita, barang bekas berupa piring, gelas hingga botol beling dapat dijual kembali dengan harga jutaan rupiah. Bahkan barang-barang bekas tersebut juga sudah laku dijual ke berbagai negara.

“Dulu saya pekerja tapi pada tahun 2007 saya mulai berbisnis handycraft waktu itu saya anggap bisnis ini side job saya, tahun 2007 juga handycraftyang saya buat adalah seni kaca lukis. Seiring berjalan waktu akhirnya saya menekuni bisnis Decopatch,” ungkap Diah. Diah menjelaskan bahwa Decopatch adalah seni menempelkan kertas tisu yang kemudian dilukis dengan menggunakan cat.

Bisnis barunya ini dimulai sejak tahun 2007 dengan brand Lita Art. Tak perlu modal besar untuk memulai bisnis ini. Diah hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 1 juta. Sisanya, ia hanya menggunakan barang-barang bekas seperti piring, gelas, dan botol beling.

“(Modal) hanya satu juta rupiah karena cuma beli cat dan media. Beberapa media yang lainnya kan juga diambil dari limbah seperti botol bekas, piring yang tidak terpakai. Kita juga membeli cat cuma 4 warna,” katanya.

Diah mengaku menjalani bisnisnya ini karena hobi semata. Ia tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni sama sekali. Gelar sarjana yang dimilikinya pun justru diraih dari Jurusan Ekonomi.

“Jadi melukis dan gambar itu memang karena hobi saja. Mungkin sudah bakat lahir. Tapi memang melukisnya bukan di canvas ya hanya corat-coret biasa saja. Dan semua produk saya ini yang desain dan lukis ya saya sendiri,” katanya. Sempat ragu menekuni bisnis barunya ini, Diah akhirnya memilih terjun lebih dalam. Dengan kemampuan melukis yang ia miliki, Diah memoles barang-barang bekas tadi menjadi barang kerajinan yang cantik dan cocok menjadi hiasan serta pajangan rumah.

“Terhitung sudah 4 tahun saya menekuni bisnis Decopatch ini, tapi saya juga masih membuat seni lukis kaca. Nama usaha saya ini adalah Lita Art. Tapi trend mark usaha saya ini tetap glassees paint atau seni lukis kaca itu,” ucapnya.

Sejak dimulai di tahun 2007, pemilik usaha Lita Art, Diah Rahmalita ternyata sudah memperkirakan bila Decopatch bakal memiliki pasar yang jumlahnya cukup besar. Agar ia bisa fokus menggarap bisnisnya ini, Diah rela keluar (resign) dari pekerjaannya sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta.

“Pada tahun 2011 saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya dan mau menekuni bisnis handycraft. Saya tetap memutuskan untuk 100% terjun ke handycraft karena ini hobi saya, lalu yang saya sukai saya tidak merasa tertekan dan lain sebagainya,” tuturnya. Kendala mulai muncul setelah ia memilih fokus menggarap bisnis ini. Diah yang belum memiliki pasar yang tetap kesulitan dalam menjual produk buatannya.

“Dulu waktu saya memulai bisnis ini saya benar-benar tidak tahu apa-apa mau memasarkannya kemana dan tidak ada yang mengarahkan. Saat itu saya hanya berpikir gimana caranya saya punya karya kemudian coba-coba dijual laku atau nggak. Kalau laku alhamadulillah kalau nggak ya sudah untuk koleksi pribadi,” paparnya.

Hingga akhirnya, karya Diah mulai dilirik oleh Pemerintah Daerah. Mereka menilai keahlian Diah memoles barang bekas menjadi barang pajangan atau hiasan bernilai jual adalah hal unik dan kreatif. Setelah itu, Diah mulai mendapatkan bantuan promosi gratis sampai barang yang dibuat mulai dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Alhamdulillah usaha saya bisa maju ini karena dibesarkan oleh Dinas Kota yaitu Disperindag. Dinas koperasi maupun Pariwisata sehingga saya bisa keliling indonesia dan ke beberapa negara untuk ikut pameran,” ucap wanita yang tinggal di Kota Malang, Jawa Timur ini.

Source https://news.indotrading.com https://news.indotrading.com/decopatch-bisnis-hias-piring-dan-gelas-bekas-ala-diah-bernilai-jutaan-rupiah/
Comments
Loading...