Kerajinan Rajut Di Solo

0 226

Kerajinan Rajut Di Solo

Berawal dari hobi mengisi waktu senggang, ibu rumah tangga (IRT) yang ada di Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Banjarsari , Solo, Jawa Tengah, kini rutin membuat berbagai kerajinan rajut. Berbagai kerajinan hasil karya mereka pun kini telah dikirim ke berbagai daerah, termasuk ke tanah Papua.

Memanfaatkan rumah milik salah satu warga, kalangan ibu rumah tangga di kelurahan yang biasanya ramai merumpi, kini lebih memanfaatkan waktu untuk berkreativitas. Salah satunya dengan membuat kerajinan rajut benang, seperti topi, tas maupun taplak atau alas meja.

Hampir setiap sore, ibu-ibu rumah tangga ini sudah menyiapkan benang dan jarum rajut  yang mereka beli secara kolektif. Kegiatan yang awalnya coba-coba ini justru menghasilkan berkah dengan banyaknya permintaan. “Saat ini kita telah aktif membuat produk rajut seperti taplak, alas gelas, topi dan tas,” jelas Veronika, selaku ketua kelompok rajut.

Dia menuturkan, produk rajut ibu-ibu Kelurahan Tegalharjo telah sampai di berbagai daerah. Misalnya topi rajut sering dikirim ke Bali, sedangkan tas rajut banyak dipesan hingga luar Jawa, termasuk Papua. Selain menjadi kegiatan positif, ketrampilan merajut yang semula hanya diikuti satu atau dua ibu rumah tangga itu, kini mampu menambah pendapatan keluarga.

“Dalam sebulan, ibu-ibu kelurahan di Tegalharjo ini, mampu menjual ratusan produk rajut. Produk-produk ini dijual melalui online,” kata Veronika sembari menambahkan jika anggota ibu-ibu rumah tangga yang ikut terlibat dalam kerajinan rajut itu kini sudah mencapai belasan.

Diceritakan, ketrampilan rajut yang sudah diikuti ibu-ibu rumah tangga itu berawal dari dirinya yang memanfaatkan waktu luang. Dengan sesekali membuat kerajinan rajut, rupaya banyak warga sekitar yang tertarik dan belajar kepadanya. “Sejak itu, mulai berdatangan yang mau belajar. Saat ini sudah ramai dan menjadi kegiatan positif,” tandasnya.

Seiring bergulirnya kerajinan rajut ibu-ibu di RW 6, Keluarahan Tegalharjo ini juga menarik simpatik dari pemerintahan terkait. Bahkan, saat ini kelompok kerajinan rajut ini sudah rutin dilakukan pembinaan oleh perangkat kelurahan Tegalharjo. “Bagus, selain kegiatan positif juga bisa meningkatkan pendapatan ibu-ibu. Tentu kita akan sport terus,” tambah Handaru Widiari, selaku perangkat Kelurahan Tegalharjo.

Keunggulan kerajinan rajut dari ibu-ibu rumah tangga ini adalah kualitas barang serta pemilihan warna yang menarik. Selain dikerjakan dengan baik dan hati-hati, kerajinan rajut yang dihasilkan juga halus dan lembut. “Banyak yang menyukai hasil kerjainan rajut dari sini. Bahkan, wisatawan asing juga suka mengenakan topi yang dibuat,” ungkap dia.

Hasil kreativitas ibu-ibu rumah tangga dengan merajut benang ini tergolong cukup tinggi. Harga yang ditawarkan dalam setiap produk rajut kisaran Rp 100.000 – Rp 700.000, tergantung besar kecil kerajinan. Selain dijual sendiri, produk mereka sudah sering diikutkan pameran sebagai salah satu potensi Kelurahan Tegalharjo.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/11/kerajinan-rajut-irt-di-solo-dikirim-hingga-papua.html
Comments
Loading...