Kerajinan Ranting Jati Di Kulon Progo

0 295

Kerajinan Ranting Jati

Sa’dun warga Pepen, Giripeni, Wates, Kulonprogyang awalnya memiliki usaha ternak bebek itu harus berputar otak ketika krisis ekonomi melanda. Usaha yang digelutinya mengalami kemunduran. “Saya dikenalkan ke salah satu pengusaha mebeler, untuk mengembangkan usaha kerajinan,” kata Sa’dun.

Dari situlah usaha Sa’dun mulai berkembang. Dibantu 10 orang karyawan, rata-rata dalam seminggu Sa’dun bisa meraup omzet Rp 4 juta. Sebulan, usaha Sa’dun bisa beromzet Rp 20 juta. Hasil itu merupakan penjualan kerajinan ke Titon Craft. Lalu kerajinan itu dikirim ke beberapa negara.

Sa’dun mengaku untuk mendapatkan bahan dasar kerajinan berupa ranting pohon jati tidak sulit. Dia bisa mengambil ranting dari pohon jati yang dibeli beberapa relasinya. Daripada ranting hanya digunakan sebagai kayu bakar, dia memanfaatkannya agar memiliki daya jual tinggi. Untuk ranting pohon, Sa’dun bisa mendapatkan di beberapa daerah di Kulonprogo.

Untuk proses pembuatannya, ranting pohon jati terlebih dulu diambil kulitnya. Kemudian setelah itu baru diamplas agar ranting bisa halus. Lalu ranting itu mulai dipotong sesuai kebutuhan kerajinan yang akan dibuat. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kerajinan, waktunya berbeda-beda, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Meski hasil kerajinannya distok ke Titon Craft, Sa’dun tetap melayani jika ada yang membeli langsung di rumahnya. Per item kerajinannya dipatok harga beragam, dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Untuk meja satu set biasa Sa’dun jual dengan harga Rp 1,8 juta.

Source Kerajinan Ranting Jati Di Kulon Progo Kerajinan Ranting Jati Di Kulon Progo
Comments
Loading...