Kerajinan Replika Kapal Di Pasuruan

0 372

Kerajinan Replika Kapal Di Pasuruan

Usaha rumahan kerajinan miniatur kapal Wahidi bukan sebagai mata pencaharian utama. Warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, ini tetap menjadi nelayan. “Saya sejak kecil di laut. Mencari penghidupan di laut. Ini saya jadikan sampingan saja. Kalau ada pesanan saya kerjakan sepulang melaut,” terang Wahidi.

Namun dia mengaku menularkan keterampilannya membuat miniatur kapal kepada anak-anaknya, terutama yang tertua, Badrus. Badrus sendiri setiap hari membantunya mengerjakan pesanan. Wahidi mengatakan, pemesan miniatur kapal bukan hanya berasal dari Pasuruan. Saat ini, sudah ada pemesan dari Probolinggo, Situbondo, Sidoarjo dan Surabaya.

Selama ini, Wahidi mengaku tidak pernah belajar secara khusus membuat miniatur kapal. Meski demikian, hasil karyanya ciamik dan banyak disukai pembeli.

“Saya buat kapal seperti ini sejak lama, sejak muda. Saat tak melaut saya mengisi waktu luang dengan membuat kapal,” jelasnya.

Wahidi tak menyangka hobinya membuat miniatur kapal bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Apalagi saat cuaca buruk dan hasil tangkapan sepi, ia masih bisa mendapatkan penghasilan dari menjual miniatur kapal.

Meski banyak diminati, Wahidi tak mematok harga mahal untuk karya-karyanya. Ia menjual miniatur kapal Phinisi dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu, tergantung ukuran.

Selama ini, Wahidi membuat miniatur kapal Phinisi dalam dua ukuran. Yakni 40 x 15 centimeter dan 80 x 25 cm. “Kalau ada yang pesan ukuran lain akan saya layani,” ungkapnya.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3906917/membuat-miniatur-kapal-sumber-penghasilan-wahidi-kala-melaut-sepi
Comments
Loading...