Kerajinan Replika Mainan Anak-Anak Di Jakarta

0 252

Kerajinan Replika Mainan Anak-Anak Di Jakarta

Bercita-cita  ingin menjadi sarjana teknik mesin, namun garis tangan Umar Marsa’ad, menentukan lain. Bapak lima anak ini terdampar menjadi pengrajin replika berbagai jenis transportasi dan mainan anak-anak berbahan kayu yang bermarkas di Jalan Raya Pasar Minggu, Jaksel.

“Sejak kecil saya rajin buat mobil-mobilan dari gedebong pisang, jeruk bali dan sering saya kasih ke teman-teman. Saya juga seneng ngutak-ngutik mesin. Lantas saya berpikir, wah enaknya jika saya bisa merintis karir dari teknik mesin,” kenang Umar di kiosnya ‘Senang Anak’ di kawasan Pasar Minggu,

Pada 1977, Umar iseng-iseng membuat mainan anak-anak dari barang bekas yang berkutat pada transportasi umum. Di antaranya helicak, oplet, truk, bis tingkat, miniatur bis dan kereta api, bemo, kincir angin, mobil tangki hingga monas yang semuanya dari kayu. Keisengan ini secara tidak langsung mengingatkan dirinya akan hobi di saat anak-anak yakni membuat mobil-mobilan dari gedebong pisang.

“Saya juga senang buat wayang dan kincir angin dari kayu. Saat itu modal saya Rp800 untuk buat kincir angin. Belum juga selesai, tapi sudah dipesen pembeli. Betapa senangnya hati ini,” ujarnya sumringah.

Umar berprinsip agar bisa dikenal konsumen, ia harus memiliki keunikan untuk produknya. Strategi ini nampaknya tepat. Kalangan orangtua khususnya anak-anak bosan dengan mobil-mobilan maupun mainan dari besi dan plastik, sehingga karya Umar langsung diminati.

Tak ayal serangkaian puluhan produknya seperti bus tingkat, mobil tangki, dan kereta api laris terjual. Meski dari barang bekas, namun dipoles dengan cat yang menarik dan indah dipandang mata. Pembelinya pun beragam mulai masyarakat menengah ke bawah, pejabat, bintang film, hingga turis asing. Sejumlah karyanya hingga kini masih terpajang di kantor pemerintahan antara lain di lantai 18 Balai Kota DKI Jakarta.

Di kiosnya berukuran sekitar 8×5 meter persegi, kini Umar hanya mampu menjual sekitar 15 jenis produk dari sebelumnya mencapai 40 item. Modal yang semakin terbatas, daya beli masyarakat yang terus melemah serta derasnya serbuan produk impor, membuat produksinya mulai meredup. Ia menjual replika truk mini dari triplek bekas mulai Rp70.000 hingga Rp250.000, kuda-kudaan berkisar Rp125 ribu – Rp250 ribu. Bajaj mini dari triplek Rp35 ribu.

Source Kerajinan Replika Mainan Anak-Anak Di Jakarta pos kota
Comments
Loading...