Kerajinan Rotan Di Malang

0 727

Kerajinan Rotan Di Malang

Satu lagi industri kerajinan yang dapat di temui di Malang yaitu industri kerajinan rotan dan syntetis. Industri kerajinan rotan berpusat di Jalan Raya Balearjosari, di daerah ini dulunya banyak sekali penjual dan pengrajin rotan. Namun seiring berjalannya waktu dan banyak pengusaha pengrajin rotan yang “gulung tikar” dan sekarang hanya tersisa beberapa kios dan toko kerajinan rotan yang masih bertahan.
Hal ini dibenarkan oleh Imam Budiono salah satu pengusaha kerajinan rotan yang masih bertahan  dan sekaligus pemilik  Tiban Jaya Rotan yang berlokasi di Jl. Pahlawan 249a Balearjosari Malang. Imam membenarkan bahwa didaerah Balearjosari banyak pengusaha kerajinan rotan yang gulung tikar, salah satu penyebabnya mungkin dari desain atau model kerajinan rotan yang ditawarkan tidak mengikuti zaman sehingga usahanya tidak bisa berkembang.
Bapak 2 anak ini menceritakan bahwa dia mulai merintis usaha kerajinan rotan ini pada tahun 1986. Karena selepas lulus dari STM dia kesulitan untuk mencari pekerjaan, akhirnya Imam meminta pada orang tuanya untuk menyewakan sebuah tempat di pinggir jalan di daerah Probolinggo. Tempat itu kemudian oleh Imam digunakan untuk menjualkan berbagai macam kerajinan rotan milik saudaranya. Dari situ usahanya di mulai.
Selang beberapa tahun akhirnya Imam kembali ke Malang. Kemudian kira-kira tahun 2009 dengan modal awal Rp. 25.000.000,- Imam membuka usaha kerajinan rotannya lagi di Malang yang diberinama Tiban Jaya Rotan. Berbeda dengan usahanya yang di Problinggo, di Tiban Jaya Rotan ini dia tidak lagi menjualkan kerajinan rotan milik orang lain, namun sudah menjual kerajinan rotan produksinya sendiri dengan  mempekerjakan 4 orang pekerja yang sudah ahli dalam membuat kerajinan rotan. Dari yang awalnya hanya mempekerjakan 4 orang, kini dia bisa mempekerjakan 26 orang pekerja. Dengan dibantu 26 orang kerjanya tersebut dia setiap hari memproduksi kerajinan rotan. Imam sendiri mengaku sampai saat ini tidak bisa membuat kerajinan dengan rotan, akunya.
Untuk bahan baku kerajinannya, Imam menggunakan rotan, syntetis, alumunium dan kayu yang dia peroleh dari berbagai daerah seperti Surabaya, Pasuruan, Gresik dan di daerah Malang sendiri. Kerajinan rotan yang dia jual berupa furniture, meja, kursi, dipan, tudung saji, tempat aqua dan masih banyak lagi dengan kisaran harga mulai Rp. 50.000,- sampai dengan puluhan juta rupiah tergantung desain, rangka, ukuran dan tingkat kesulitannya.
Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2015/03/kerajinan-rotan-malang-bertahan-ditengah-moderenisasi.html
Comments
Loading...