Kerajinan Rotan Di Padang Pariaman

0 328

Kerajinan Rotan Di Padang Pariaman

Arvan terlihat sibuk. Rotan di tangannya, dipotong dan dibengkokkan. Dipakunya rotan itu ke rotan lain  untuk rangka kerajinan yang ingin dibuatnya. Arvan khusuk, cekatan dan cepat. Dia tidak begitu menghir­aukan orang yang datang. Seperti dikejar target.  Soal pengun­jung, istrinya yang meladani. “Namanya masa sulit tentu tetap ada,” ujar bapak tiga anak itu. 

Usaha kerajinan rotan Adit Furniture beralamat di Jalan Raya Pitameh, Lubuk Begalung, Padang. Menurut  Arvan, masa panen perajin rotan itu bulan puasa. Ramadhan memang membawa berkah bagi mereka. Kalau masa sulit, ya bulan-bulan biasa seperti sekarang. Kadang ramai, kadang lalat pun tak hinggap. Bicara kesulitan ekonomi keluarga, Arvan mengaku merasakannya.

Walau demikian itu tidak membuatnya hilang kesetiaan pada peker­jaannya. Karena, selain untuk mencari nafkah,  membuat kerajinan rotan merupakan hobinya. Kebetulan, sejauh ini memang belum ada orang menawarkan pekerjaan lain.

Perintis kerajinan rotannya itu adalah orang tunya yang sekarang sedang megembangkan usahanya di Bengkulu. Usaha  ini sudah dirin­tis orang tuanya sejak dia belum lahir. Cerita orang tuanya usaha.

tersebut dimulai dari nol, dalam arti kata mudal terbatas dan pelanggan belum punya, hingga sampai sekarang terus berkembang, hasilnya berbuah manis, dan bisa menghidupi keluarga, dan berkembang  menjadi empat toko.

Dikatakan Arvan, inrformasi dari orang tuanya, Busmawati penjua­lan di Bengkulu cukup bagus. “Seluruh stok di sana, dipasok dari sini,” kata pria 12 bersaudara itu.

Di Padang, usahanya sudah berdiri di tiga lokasi. Di Jalan Raya Pitameh dua, dan di Jalan By Pass satu. Dari toko-toko tersebut, dia melayani seluruh kota-kota di Indonesia, terutama kota-kota besar. Penjualan dilakukan secara eceran dan grosir. “Banyak pedagang dari luar kota jemput barang ke sini, seperti dari Pekanbaru, Batam, Medan, Jakarta dan lainnya,” ujarnya.

Pemasaran kerajinan rotannya sekarang juga sudah ada melalui dunia maya. Soal harga untuk setiap produk bervariasi, tergantung jenis bar­ang, dan mutu bahan yang digunakan. Untuk kursi goyang yang besar itu dibandrolnya Rp500 ribu per u­nit. Kursi tamu Rp1,5 juta satu set termasuk meja. Khusus meja beralas kaca saja Rp450 ribu. Lampion itu Rp100 ribu. Banyak jenis kerajinan lain yang diproduksi, seperti kuda-kudaan untuk anak-anak, buaian anak, keranjang, dan lainnya.

Source https://hariansinggalang.co.id https://hariansinggalang.co.id/kerajinan-rotan-adit-dari-nol-kini-sudah-punya-empat-toko/4/
Comments
Loading...