Kerajinan Rotan Karya Ibu PKK Di Gresik

0 123

Kerajinan Rotan Karya Ibu PKK Di Gresik

Yuyun Bunga Fitrah tersenyum tipis. Gadis 20 tahun tersebut terlihat asyik mengamati tas dari rotan. Sesekali, dia mengambil dan memegang produk kerajinan itu sambil mengelusnya.

Pernik-pernik rotan tersebut beragam. Sebenarnya bukan hanya tas. Keranjang dan kap lampu pun tampak menarik. Perpaduan warna menambah eksotisme karya seni.

’’Saya baru kali ini belajar. Ternyata rotan bisa diubah menjadi berbagai bentuk, ya,’’ ujar Yuyun sambil memegang sebuah tas rotan.

Dia lantas buru-buru pergi ke halaman rumah Arina, perajin rotan yang rumahnya dipakai pelatihan. Di sana 40 ibu PKK sudah menunggu Yuyun. Mereka berbaur dengan anak-anak muda. Antusiasme belajar merajin rotan masyarakat Desa Madumulyorejo memang tinggi. Bukan sekadar teori, peserta pelatihan yang diselenggarakan Dekranasda dan Diskoperindag Gresik juga diajak langsung praktik membuat anyaman rotan.

Bagi yang pertama pegang rotan, rasa canggung mengguncang. Maklum, banyak yang sudah berusia di atas 35 tahun. Saat diminta pegang rotan, mereka malah ketawa. Saat diajak diskusi oleh pemateri, ibu-ibu malah guyon sendiri.

Ismiatiyati menuturkan, pelatihan ibu-ibu tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain mengembangkan kerajinan di Kota Pudak, Ismiyati ingin kegiatan itu mengangkat nasib pengangguran. Termasuk ibu-ibu PKK yang selama ini terkesan banyak menganggur.

Menurut perempuan berusia 54 tahun tersebut, potensi kerajinan Kota Pudak terus berkembang. Salah satunya terlihat dari meroketnya hasil karya batik tulis. Tahun ini batik mulai merambah pasar luar negeri.

’’Memang masih belum berstatus ekspor. Namun, sampel produknya mulai masuk ke Asia dan Timur Tengah,’’ tuturnya. Diskoperindag mencatat ada empat jenis kerajinan yang peminatnya lumayan banyak.

Perajin pun terus bertambah. Yakni, perajin rotan, batik, pelepah pisang, dan fashion berupa sarung, songkok, serta baju. Diskoperindag terus mendorong lahirnya perajin baru. Kebetulan sasaran utamanya ibu-ibu PKK yang menganggur.

Mereka bakal dilatih dan didampingi mencari modal. Dekranasda Gresik tengah mengarahkan masyarakat untuk menjajal kerajinan kerang. Peminatnya masih belum banyak. Padahal, bahan produk kerajinan itu tidak sulit dicari.

Ismiyati menuturkan, omzetnya pun lumayan. Penghasilan pengusaha bisa mencapai lebih dari Rp 3 juta per bulan. ’’Untuk kerang, kawasan Sidayu akan jadi percontohan. Ibu-ibu di sana akan dilatih,’’ jelasnya.

Perempuan yang juga pengurus Dekranasda Gresik itu mencatat ada 810 perajin di Kota Wali. Sebagian besar masih berada di kategori menengah. Setiap tahun ada minimal delapan perajin baru.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/metro/metropolis/04/08/2016/dekranasda-latih-ibu-ibu-terampil-mengolah-kerajinan-rotan
Comments
Loading...