Kerajinan Rotan ‘Seloagro’ Di Tangerang

0 39

Kerajinan Rotan ‘Seloagro’ Di Tangerang

Berwirausaha telah lama menjadi impian Marselinus Silimalar. Kendati sudah memiliki profesi sebagai programmer, Marselinus yang berpendidikan D-1 Analis Sistem Komputer tetap mengejar impiannya itu. Setiap ada kesempatan bisnis, tanpa ragu-ragu ia mencoba menggelutinya. “Sudah beberapa usaha saya rintis, semua berakhir bangkrut karena pengelolaan yang tidak maksimal dan juga ditipu oleh kawan sendiri,” ungkap pria yang penuh semangat ini.

Hingga suatu ketika Marselinus menemukan peluang bisnis kerajinan rotan. Walaupun tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang rotan, juga tidak tahu seluk-beluk bisnis rotan,

feeling-nya mengatakan: harus dicoba dan pasti mampu menjalankannya. Apalagi, ia melihat bisnis kerajinan rotan punya prospek bagus karena menawarkan keunikan Indonesia. Selain itu, kerajinan rotan juga makin mendapat tempat di hati rakyat Indonesia.

Keyakinan Marselinus ternyata benar. Dari awal produksi tahun 2009, permintaan pasar sangat tinggi, yang justru datang dari negara-negara Eropa dan Amerika. Hal itu memunculkan semangat kuat menjadi pemain besar di bidang kerajinan rotan. Bahkan, agar fokus menjalankan usaha, ia pun memutuskan mundur dari pekerjaan yang sudah memberinya gaji dan kedudukan cukup bagus. “Membangun bisnis tidak bisa setengah-setengah. Saya harus fokus dan total,” ucapnya mengenang tekadnya sembilan tahun lalu, saat mulai merintis usaha dari sebuah rumah kecil di Tangerang.

Dengan melibatkan lebih dari 100 penganyam ahli yang berasal dari beberapa daerah, antara lain Curug, Tangerang, kini Seloagro memproduksi berbagai jenis keranjang rotan untuk rumah & dekorasi, keranjang untuk tanaman seperti pot, storage (kotak serba guna), sampai keranjang sepeda dan aksesori. Sebanyak 65-70% produknya menggunakan bahan rotan natural dengan sedikit kombinasi serat alam. “Kami sangat terbuka dengan custom product dan desain baru,” ungkap Marselinus. Mulanya, ia fokus menggunakan bahan rotan alami, tetapi sekarang mulai menggarap kerajinan dari bahan rotan sintetis.

Dari hasil produk Seloagro, 95% untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Eropa –Belanda, Inggris, Jerman, Italia, dan Republik Ceko– masih paling banyak menyerap produk buatan Tangerang tersebut, yaitu 80%. Selebihnya, 10% diterima pasar Amerika dan 5% lainnya untuk beberapa negara, antara lain Australia dan Afrika Selatan.

Bagi Marselinus, menggarap pasar ekspor itu susah-susah gampang. Betapapun, konsumen menginginkan keranjang rotan terbaik, harga terbaik, kecakapan pekerjaan terbaik, juga ketepatan waktu. Untuk itu, ia benar-benar menjaga kepercayaan dengan fokus pada kualitas produk dari awal produksi sampai selesai untuk memastikan pelanggan puas menerima produk yang diinginkan.

Pengembangan produk memang menjadi tantangan. Mengapa? “Karena, saya buta sama sekali dengan rotan dan tidak bisa menggambar,” ujar Marselinus mengakui. Ia pun menyiasatinya dengan menerima ide dan riset dari konsumen. “Jadi, kalau konsumen ingin membuat seperti apa, ya kami harus mau,” ujarnya. Yang berarti, baik pelanggan maupun Seloagro sama-sama diuntungkan. Biasanya produk baru hasil ide/riset konsumen hanya akan diproduksi terbatas dan diberikan ke konsumen loyal terlebih dahulu. Jika tertarik, mereka akan mendapatkan hak eksklusif pemasarannya.

Source https://swa.co.id https://swa.co.id/business-champions/companies/best-exporter/seloagro-melestarikan-kerajinan-rotan-merajut-pasar-dunia
Comments
Loading...