Kerajinan Rumah Barbie Di Bogor

0 356

Kerajinan Rumah Barbie Di Bogor

Seorang pengrajin rumah barbie Jamhari warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, selama 11 tahun menggeluti usaha pembuatan rumah, tempat tidur dan sofa untuk barbie, namun minim mendapat bantuan modal pemerintah. Jamhari di Bogor, Minggu, menyatakan, telah memulai usaha pembuatan rumah-rumahan dan tempat tidur barbie tersebut dengan modal seadanya sebesar Rp300.000 milik istrinya.

“Alhamdulillah, walau kecil-kecilan masih bisa menghasilkan rezeki untuk anak istri,” katanya saat ditemui di rumahnya.

Untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jamhari merupakan pengrajin pertama yang mengawali pembuatan kerajinan rumah-rumah dan tempat tidur untuk barbie. Usaha ini ia mulai sejak 2000, berawal dari ide kecil-kecilan untuk membuat tempat tidur dan rumah-rumahan barbie karena saat itu, boneka barbie sedang “booming”.

Dengan mengumpulkan kayu-kayu bekas, kain dan busa dari pabrikan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, Jamhari dibantu istrinya Nurli mencoba membuatnya. Pertama kali membuat tempat tidur barbie dengan modal Rp300.000, Jamhari berhasil membuat sebanyak lima tempat tidur.


Lalu tempat tidur barbie tersebut ia jual di pasar tumpah di Jalan Raya Tegar Beriman. Dalam tempo singkat hasil karyanya habis terjual. Berbekal uang hasil penjualan ia terus membuat sejumlah tempat tidur dan rumah-rumahan barbie. Hingga hasil kerajinannya dibeli banyak orang. Seiring mulai berkembangnya usaha Jamhari, ia pun memperkerjakan tetangganya untuk membantu pembuatan tempat tidur, rumah barbie tersebut.

Hasil karya Jamhari sempat mengikuti beberapa pameran yang disaksikan langsung oleh Dewan Kesenian dan Kerajianan Daerah (Dekranasda) dan Bupati Bogor.

“Tapi cuma sekali itu saja dilihat dan disarankan ikut pameran. Tapi sekarang-sekarang sudah tidak kuat lagi, karena tidak punya biaya ikut pameran,” katanya. Menurutnya mengikuti pameran kerajinan cukup bagus untuk promosi usahanya. Tapi Jamhari tidak mampu membayar biaya pendaftaran dan ongkos pengiriman barang untuk ikut pameran.

“Ongkosnya mahal mbak, saya tidak kuat bayarnya. Untuk buat usaha ini saja, modalnya kalau ada yang pesan baru dibuat,” katanya.

Saat ini Jamhari hanya berjualan di pasar tumpah Jalan Raya Pemda Cibinong, dan sesekali ikut berjualan di pasar-pasar kaget di wilayah Jabodetabek.

Jamhari mengaku saat ini kesulitan modal untuk mengembangkan usahanya. Untuk bisa bertahan ia hanya mengandalkan pemesanan konsumen. Dari uang pesanan tersebut diputarkan untuk modal membuat pesanan.
Harga satu tempat tidur barbie milik Jamhari bervariatif untuk tempat tidur biasa dijual Rp20.000, sedangkan bertingkat dijual Rp25.000.

Jamhari juga mengembangkan usahanya dengan menciptakan sofa baru untuk barbie. Satu sofa terdiri dari dua kursi dan meja yang menyerupai sofa yang ada di rumah-rumah dijual Rp25.000.

Source https://megapolitan.antaranews.com https://megapolitan.antaranews.com/berita/1003/pengrajin-rumah-barbie-minim-bantuan-pemerintah
Comments
Loading...