Kerajinan Rumah Barbie Di Medan

TOSHIBA CAMCORDER
0 395

Kerajinan Rumah Barbie Di Medan

Pepatah mengatakan “dimana ada kemauan, disitu ada jalan”. Kalimat ini ditekuni oleh Monang Siagian. Meski menyandang tunadaksa (cacat tubuh pada kaki), mantan atlet cacat fisik yang pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatera Utara (Sumut) dari cabang tenis lapangan tersebut, ternyata  mempunyai skill sehingga mampu menghidupi keluarga bahkan membuka lowongan pekerjaan.

Mantan petenis cacat Sumut itu, sehari – harinya memproduksi dan menjual rumah – rumahan boneka barbie. Menurut Monang, pembeli yang datang kebanyakan dari luar kota Medan, seperti Aceh, Riau, Batam, Pulau Jawa bahkan hingga luar negeri seperti Malaysia dan China.

Monang mengungkapkan, keahlian membuat kerajinan rumah – rumahan Barbie didapat saat menjadi atlet Indonesia di Olimpiade Cacat se-dunia di Inggris tahun 1997. Ketika itu, tak hanya kompetisi olahraga saja, para atlet ternyata juga dibekali keahlian khusus untuk menafkahi hidup jika sudah tak bertanding lagi.

Sepulang dari Inggris, lanjutnya, ia dan bersama para penyandang cacat lainnya ikut bimbingan pelatihan membuat rumah-rumahan boneka Barbie yang diselenggarakan Yayasan Orang Cacat di Jakarta pada tahun 1999. Tak lebih dari setahun, Monang pun sudah ahli membuatnya.

“Sebenarnya di Inggris, saya sudah mendapat pengalaman membuat rumah Barbie. Sepulang dari sana, saya bertekad untuk belajar. Kebetulan di Jakarta diajarin oleh Yayasan Orang Cacat” ungkapnya kepada Sumut Invest.

Selain olimpiade di Inggris itu, Monang juga pernah mengikuti Tenis Lapangan Berkursi Roda di Belanda 1996 silam. Saat dia menetap di Jakarta, hingga pada tahun 2002 bertepatan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) di kota Palembang, ia dipanggil dan dikontrak untuk mewakili Sumut mengikuti PON tersebut.

Nah, sejak saat itulah ayah tiga anak ini menetap di Medan dan setelah memasuki masa pensiun sebagai atlet, ia mulai menekuni usaha membuat rumah – rumahan Barbie yang baginya sebuah pekerjaan seni.

Untuk harga jual satu unit rumah Barbie ini, sebut Monang, ditawarkan seharga 500 ribu untuk ukuran kecil/sedang hingga 900 ribu per unit yang rumah barbie bertingkat. Untuk yang lengkap dengan isi rumahnya seperti tempat tidur, meja makan, kursi, lemari, dan sebagainya dijual sampai 700 ribu untuk ukuran kecil dan 1,2 juta per unit. “Harga masih bisa nego, tergantung ukuran dan model yang dipesan” lanjutnya.

Dengan segala keyakinan dan percaya diri penuh, Monang memberanikan diri untuk memulai bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yaitu memproduksi rumah – rumahan Barbie. Monang pun mendapat bantuan modal dari mantan Gubernur Sumut, T. Rizal Nurdin (Alm) sekitar 40 juta. Kemudian ditambah tabungannya hasil menjadi atlet.

Diungkapnya, satu rumah –rumahan Barbie bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 hari tergantung ukuran dan model pemesan. Proses pengerjaannya lumayan sulit, mulai dari membentuk pola gambar konstruksi, menggergaji triplek/kayu, pemasangan detail konstruksi, hingga mengelem atau memberi perekat. Terakhir, pengecatan dengan variasi warna agar rumah boneka itu indah.

Menurutnya, ada perbedaan antara rumah – rumahan Barbie made in Englanddengan produksi buatannya. Di negara Black The Country, rumah – rumahan itu dibuat dari bahan baku batang bambu. “Saya bisa saja membuatnya mirip rumah Barbie ala Inggris itu, tapi ya.. harganya bisa mahal karena waktu pengerjaannya lumayan lama. Karena soal harga harus diselesaikan kemampuan ekonomi masyarakat kita” tutur Monang.

Menurut mantan atlet itu, banyaknya penjualan kerajinan tangannya tersebut tidak menentu. Tapi, dia bersyukur setiap hari ada saja yang memesan dan membelinya. Untuk meningkatkan produksi, ia mempekerjakan enam tenaga kerja lepas dengan sistem bayaran upah borongan.

“Sejak tahun 2013 lalu hingga sekarang, kebetulan ada saja orang yang memesan dari luar kota Medan dan wisatawan mancanegara untuk dijadikan oleh – oleh. Waktu itu ada orang Cina memesan sampai 10 unit sekaligus” ungkapnya sembari tersenyum.

Sejak lima tahun belakangan ini, Monang menekuni profesi barunya itu, dia pun sudah dikenal masyarakat kota Medan sebagai pembuat rumah Barbie dengan nama “Barbie House”.

Dengan bahan – bahan sederhana dan mudah didapat seperti kayu, triplek dan beberapa warna cat minyak. Monang mengaku memang tak banyak yang bisa disiapkannya setiap hari. Pasalnya, itu tergantung pesanan kalau si pemesan /konsumen perlu cepat sesuai negosiasi dan cocok harga penawarannya. Monang bersama pekerja lepas-nya menstrategikan pengerjaannya secepat mungkin.

Meski berbeda jauh dengan profesi sebelumnya sebagai atlet, Monang tetap optimis mampu eksis dengan profesi barunya sebagai pengusaha rumah Barbie. Apalagi, keberadaan pengrajin seperti dirinya belum cukup banyak, khususnya di kota Medan. 

Source http://sumutinvest.com http://sumutinvest.com/2017/07/04/rumahan-barbie-ala-siagian-terbang-sampai-mancanegara/
Comments
Loading...