Kerajinan Sabuk Bahan Kulit Di Bandung

0 273

Kerajinan Sabuk Bahan Kulit Di Bandung

Permintaan sabuk berbahan kulit sapi meningkat hingga 30% tiap tahun. Selain dari kalangan individu, pesanan sabuk kulit ini juga datang dari perusahaan dan komunitas yang menggunakan sabuk sebagai identitas diri. Produsen sabuk kulit di Bandung setiap bulan bisa mengantongi omzet hingga Rp 200 juta. Pelanggannya banyak datang dari perusahaan tambang.

Gesper atau sabuk yang melingkar di pinggang tak hanya berfungsi sebagai pengencang celana agar tidak melorot. Sabuk juga sudah menjadi bagian dari fesyen. Sabuk yang kini tengah menjadi tren adalah sabuk berbahan kulit. Selain lebih kuat dan tahan lama, sabuk berbahan kulit dianggap bisa mendongkrak penampilan pemakainya. Tak heran, permintaan sabuk jenis ini terus meningkat.

Seperti diungkapkan Agung Nurlambang, pemilik CV Akurat di Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, permintaan sabuk kulit meningkat hingga 30% tiap tahun.

Saat ini, Agung bisa menjual sekitar 5.000 sabuk setiap bulan. Harga sabuk-sabuk itu cukup mahal, yakni berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per sabuk. Agung mengatakan, saban bulan dia bisa meraup omzet Rp 200 juta.

Namun, kata dia, harga yang mahal lantaran sabuk buatannya berbahan kulit sapi asli. Selain itu, bagian kepala sabuk menggunakan logam berbahan pewter yang bisa didesain dengan tampilan yang unik. Maklum, sebuah sabuk yang bagus tak hanya terlihat dari bahan kulit sabuknya, tetapi juga desain kepala sabuk.

Pembeli sabuk produk CV Akurat tak hanya berasal dari pembeli perorangan. Banyak juga pembeli dari kalangan korporasi hingga klub sepeda motor.  Bahkan, Agung bilang, pembeli sabuknya justru lebih banyak datang dari kalangan korporasi. “Saat ini, pelanggan korporasi saya sudah lebih dari 200 perusahaan,” katanya. Seperti, perusahaan tambang yang ada di Kalimantan dan Jakarta.

Untuk bisa memesan dengan desain khusus itu, Agung mematok pesanan minimal harus 100 sabuk. Sebab, kata dia, ia harus membuat master sabuk atau cetakannya. Lelaki berusia 34 tahun yang sudah menekuni usaha pembuatan sabuk sejak lima tahun lalu ini menuturkan, dalam menjalankan roda bisnisnya ia tidak mengalami kendala yang berarti. Baik dalam bahan baku maupun pemasaran.

Bahkan menurutnya, masih banyak segmen pasar yang saat ini belum dia garap. Untuk itu ia berencana meluaskan lagi pangsa pengguna sabuknya itu. Beberapa segmen pasar yang akan dia garap, antara lain perusahaan otomotif, komunitas olahraga golf dan perusahaan advertising. “Sekarang sabuk tidak hanya berfungsi sebagai ikat pinggang, tapi juga bisa digunakan sebagai media promosi,” tuturnya.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-sabuk-berbahan-kulit-kian-kencang-saja-1
Comments
Loading...