Kerajinan Sajadah Pandan Di Kulonprogo

0 92

Kerajinan Sajadah Pandan Di Kulonprogo

Tumbuhan dengan nama ilmiah pandanus amaryllifolius atau Pandan bukanlah tanaman yang asing bagi warga Kulon Progo. Selain tumbuh liar di rawa-rawa, tanaman ini sedang diupayakan pengembangannya oleh Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Republik Indonesia (APIKRI). Sebut saja Pantai Congot. Kawasan pesisir ini sejak tahun 2008 menjadi salah satu wilayah yang diberdayakan APIKRI bersama masyarakat untuk pengembangan bibit pandan.

Tak hanya digunakan sebagai salah satu bahan penumbuh aroma pada makanan, pandan juga menyimpan potensi untuk diolah menjadi kerajinan beraneka rupa. Selayaknya enceng gondok, pandang juga banyak diberdayakan oleh warga Salamrejo, Sentolo dan Nanggulan menjadi tas, dompet, kursi dan rak buku. Pemanfaatan bahan baku alam yang terbilang kreatif, terlebih nilai ekonomis kerajinan ini juga tinggi.

Meski begitu, proses pembuatan kerajinan dari pandan tak semudah kelihatannya. Untuk menghasilkan satu jenis kerajinan, dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menempuh tahapan prosesnya hingga menjadi barang yang layak jual. Tak semudah yang dibayangkan, pada tahap awal, pengrajin perlu memotongi daun pandan sesuai desain kerajinan yang diinginkan. Setelah itu pandan harus menempuh dua kali proses penjemuran untuk memperoleh pandan kering sebagai calon anyaman. Proses ini akan menghasilkan pandan yang berwarna keputihan. Akan lebih menarik jika proses dilanjutkan ke pewarnaan. Terakhir, satu persatu helai pandan dianyam dengan telaten untuk membentuk kerajinan yang diinginkan.

Ditengah obrolan pandan warga aksaraku, muncul sebuah ide kecil yang mungkin bisa menggelitik para pengrajin pandan, di Kulonprogo khususnya. Alangkah lebih unik dan nyentrik jika pandan menghasilkan karya lokal baru yang unik. Sajadah pandan misalnya. Para pengrajin lebih sering memproduksi tikar duduk dengan panjang mencapai dua meter ketimbang tikar sajadah yang notabene lebih pendek. Padahal, sajadah dari pandan dapat diberdayakan menjadi satu kerajinan apik dengan segmen pasar tersendiri.

Apalagi jika menjelang musim hari raya bagi umat Islam. Sajadah dari pandan dapat berpotensi menjadi hasil seni kriya yang diburu untuk pelengkap ibadah. Tak ketinggalan, kerajinan ini sekaligus dapat menjadi oleh-oleh cantik nan inovatif, unik dan nyentrik untuk wisatawan di Kulon Progo.

Source https://www.aksaraku.com https://www.aksaraku.com/sajadah-pandan-sentuhan-lokal-momen-syawal
Comments
Loading...