Kerajinan Sajadah Pelepah Pisang Di Sleman

0 83

Kerajinan Sajadah Pelepah Pisang Di Sleman

Pohon pisang merupakan tanaman yang multiguna. Pemanfaatan pelepah pisang selama ini masih bersifat konvensional seperti digunakan sebagai tali pengikat, wayang kulit, pakan ternak, rakit, perlengkapan pada ritual budaya (pernikahan) serta kegiatan keagamaan dan sebagian dibiarkan membusuk begitu saja, sehingga menjadi limbah. Limbah yang tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan benar akan menjadi sumber pencemaran.

Pelepah pisang yang memiliki banyak serat, bertekstur, dan kuat menunjukan bahwa pelepah pisang berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku produksi. Melihat potensi ini para mahasiswa UNY mengembangkan pelepah pisang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah. Produk yang dikembangkan adalah sajadah dari pelepah pisang yang dinamai dengan ‘Sapasang’ (Sajadah Pelepah Pisang).

Erni Nur Bayinah dan Selvia Zuni Murningsih prodi manajemen pendidikan, Novia Haryani prodi psikologi, Nursyifa Sundari prodi biologi serta Vina Mathlaul Ilma prodi pendidikan ekonomi merancang sapasang sebagai produk yang unik dan ramah lingkungan.

Ketua Tim Erni Nur Bayinah mengatakan bahwa produk ini ramah lingkungan karena diambil dari limbah yang tidak digunakan sekaligus meningkatkan nilai jual pelepah pisang. “Teksturnya yang unik dan warna alamiah menjadikannya menarik untuk dijual” kata Erni.

Selvia Zuni Murningsih menambahkan bahwa sapasang tidak hanya berguna sebagai alat ibadah namun juga dapat sebagai cenderamata, mengingat tingginya minat masyarakat akan produk kerajinan yang unik. “Produksi sapasang juga dapat menyerap tenaga kerja dari lokasi sekitar tempat pembuatannya” kata Selvia.

Menurut Nursyifa Sundari proses pembuatan sapasang dimulai dari penyiapan bahan baku yaitu pelepah pisang yang diperoleh dari perkebungan pisang yang ada di wilayah Yogyakarta. “Selain itu juga di persiapkan kain perca, kancing, benang, cat akrilik serta politur” kata Nursyifa “Alat yang disiapkan yaitu pisau, gunting, jarum jahit, benang jahit, mesin jahit dan kuas”.

Tahapannya dimulai dari proses pengeringan pelepah pisang hingga kadar airnya kurang lebih 20% lalu dijemur selama kurang lebih tujuh hari dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Pelepah kemudian dianyam menjadi sajadah dengan dilapisi dengan kain perca agar memberikan rasa empuk atau tidak terlalu keras saat digunakan sholat.

Sementara itu pola didesain dan digambar lalu dilukiskan di sajadah. Tahap terakhir difinishing baru dikemas untuk dipasarkan. Pemasaran produk sapasang dilakukan dengan mengikuti berbagai pameran yang berkaitan dengan keislaman, secara langsung dengan mendatangi masjid-masjid lokasi pengajian.

Selain itu promosi dan pemasaran dilakukan dengan media online sehingga produk ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Yogyakarta tetapi juga oleh konsumen di daerah lain. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2018.

Source https://www.starjogja.com https://www.starjogja.com/2018/07/24/kerenada-sajadah-dari-pelepah-pisang/
Comments
Loading...