Kerajinan Sajadah Tenun dari Belu

0 211

Kerajinan Sajadah Tenun dari Belu

Onah Matutina, Mama Onah, demikian sapaan akrabnya, merupakan seorang wanita kreatif yang dapat memanfaatkan berbagai peluang pemanfaatan bahan makanan dan kerajinan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Mama Onah merintis usaha industri rumahan kreatif sejak 1980-an. Sudah banyak karya hasil tangan dinginnya yang membawa nama Atambua berkibar di kancah propinsi dan nasional. Di sanggarnya, ia memajang karya dan olahannya: tenun, kerajinan tenun, abon ikan, dan aneka kudapan dalam kemasan lainnya.

Mama Onah memulai usaha industri kreatifnya sejak masih muda. Awalnya ia membuat tas lurik, tas tali kus, kerajinan manik-manik, kerajinan daur ulang dari kemasan plastik bekas. Akhir-akhir ini ia mengembangkan sajadah kain tenun. Dia tengah membina anak didiknya yang saat ini sudah mencapai 18 orang.

“Kami mendapat pesanan sajadah cukup banyak dari Jawa. Selembarnya dijual seratus sampai seratus lima puluh ribu rupiah. Biasanya satu sajadah kami kerjakan dalam tiga sampai empat hari,”ujar Mama Onah.

Mama Onah menjelaskan bahwa ia tak mampu menjual tenun dengan harga murah karena biaya produksi dan pengerjaannya memang cukup tinggi. “Harga benang yang bagus ya mahal,” ujarnya sambil memperlihatkan perbedaan antara benang berkualitas kurang baik dan benang super. “Mama sulit sekali menjual dengan harga murah. Ada benang murah, tapi luntur.”

Source Kerajinan Sajadah Tenun dari Belu Kerajinan Sajadah Tenun dari Belu
Comments
Loading...