Kerajinan Sampah Kayu Karya Mahasiswa UNP

0 143

Kerajinan Sampah Kayu Karya Mahasiswa UNP

Sampah kayu masih dinilai sebelah mata oleh kebanyakan orang. Padahal bila dikreasikan dengan sedikit sentuhan dan seni, sampah tersebut bisa memiliki nilai jual yang tinggi.

Inilah yang dilakukan oleh mahasiwa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Universitas Negeri Padang (UNP) bersama rekan dan dosen pembimbingnya, mengkolaborasi plastik cair bening atau resin akrilik dengan kayu sampah.

Hasilnya beragam bentuk kerajinan bernilai seni tinggi dihasilkan mulai berbentuk meja dengan arsitektur kontemporer yang unik, cincin, kalung, gantungan kunci dan arsitektur lainnya.

“Ini judul karyanya Talago Baku, bolongan kayu di tengahnya, dikasih resin yang sudah dicetak berbentuk kolam. Sehingga mirip seperti telaga beku. Inilah eksperimen pertama kami dalam memanfaatkan limbah kayu,” kata Jalinus Khairi, mahasiswa Desain Komunikasi Visual angkatan 2013.

Dalam eksperimen tersebut, dia bersama dosen menciptakan beragam kreasi dengan tema alam dan benar-benar natural. Karya tersebut bisa diselesaikan dalam satu bulan. Harga dari karya meja dijual Rp 3 juta. “Kami memulai eksperimen ini sejak tahun kemarin,” tuturnya.

Karya lainnya seperti tadah gelas, yang masih dalam tahap pematenan, cara membuatnya merendam kayu pantai yang bentuknya unik ke dalam resin dengan mengkolaborasikan dua warna, yakni biru dan merah. Semuanya disatukan dalam cetakan, dan didiamkan selama dua jam sampai kering. “Kalau ini kami buat limited edition, harganya dari Rp 50 sampai Rp 100 ribu,” ucapnya.

Sebagai dosen pembimbing kedua, Eko Purnomo sangat mengapresiasi hasil kreasi anak bimbingannya tersebut. Ia sangat antusias dengan kerajinan unik itu. Memanfaatkan kayu pantai dengan berbagai bentuk arsitektur kayu yang natural. “Hasil karya ini sesuai dengan bentuk kayu yang diperoleh. Misalnya, kita menemukan kayu berbentuk istana maka dibuat pula seperti istana,” jelasnya.

Kolaborasi resin dan kayu tersebut juga dijadikan aksesoris kalung berbentuk bulat yang didalamnya ada potongan kayu kecil berbentuk tebing. “Harganya Rp 60 ribu. Bahkan produk tersebut sudah dibawa sampai ke Jepang. Pokoknya kami terus mengembangkannya,” imbuhnya.

Latar belakang pembuatan kerajinan tersebut dicetus oleh dosen Desain Komunikasi Visual (DKV), Syafandi. Ini berawal dari para mahasiswanya yang pergi berlibur ke pantai dan pulau, lalu membawa sebuah potongan kayu yang diklaim masyarakat hanyalah sampah kayu.

Nah, dari sana muncul ide Syafandi untuk menjadikan kerajinan tangan. Saat itu ia mengarahkan mahasiswa untuk menggali kreativitas dari kayu tersebut dan dikolaborasikan dengan resin. “Akhirnya terciptalah kerajinan seperti itu,” tukasnya.

Source https://padek.co https://padek.co/koran/padangekspres.co.id/read/detail/103072/Sulap_Sampah_Kayu_jadi_Kerajinan_Unik
Comments
Loading...