Kerajinan Sandal Jepit Ukir Di Jombang

0 310

Kerajinan Sandal Jepit Ukir Di Jombang

Sandal jepit atau kerap juga disebut sandal Jepang, sudah akrab di kaki orang Indonesia. Ringan, nyaman, murah dan enak dipakai saat santai adalah nilai lebih sandal jepit.  Bagi warga muslim, kerap juga dipakai saat ke masjid, baik untuk salat Jumat maupun salat wajib lainnya. Karena bentuk dan warnanya banyak yang serupa, sandal jepit kadang-kadang tertukar dengan milik orang lain.

Berangkat dari pengalaman kerap tertukar sandal itulah, Rois Rahmawan, warga Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Jombang mengukir sandal jepit miliknya dengan motif unik dan artistik. Itu terjadi sejak empat bulan lalu. Rois sendiri sejak remaja memang hobi menggambar.

Ternyata dari tangan kreatifnya, sandal jepit biasa jadi tampak lebih kece dan penuh gaya. Sandal jepit yang biasanya hanya sebagai alas kaki sehari-hari, ternyata bisa diukir menjadi sandal trendi dengan paduan seni beraneka macam motif dan gambar. Tak disangka pula, sandal jepit berukirnya kian banyak menarik minat banyak orang. Mula-mula para tetangga minta diukirkan dengan motif yang sesuai selera masing-masing.

Lama-kelamaan, peminatnya semakin banyak, mulai merambah ke luar desa. Dan kini, dengan kreativitas yang berawal dari iseng itu, Rois kini malah banyak menerima order. Baik dari Jombang sendiri maupun dari luar daerah.

Rois cukup serius dalam menekuni usaha ‘sampingan’ ini. Dikatakan sampingan karena kegiatan ini dilakukan sepulang dari kerja mengajar sebagai guru di Madrasatul Quran Tebuireng, Cukir Diwek, dan sebagai tutor di lembaga kursus Bahasa Inggris. Usai mengajar, Rois melanjutkan dengan mengukir tumpukan sandal jepit yang sudah dipesan para konsumennya. Ordernya minggu-minggu terakhir ini kian banyak saja. Harga sandal jepit ukir ini cukup terjangkau. Berkisar dari harga Rp 25.000 hingga Rp 40.000. Bagi Rois, pekerjaan sampingan ini memberikan pemasukan lebih dari cukup. Sebab, modal yang dibutuhkan Rois untuk bahan baku setiap sandal hanya Rp 12.500.

Saat ini pemesan tak hanya dari Jombang, namun juga dari Malang, bahkan ada yang dari Bali. Karena pesanan mulai mengalir deras, dia dibantu dua karyawan. Hanya saja keduanya baru mahir mengukir sandal, belum kepada keterampilan melakukan ‘sketching’.

“Karena tahap ini memang paling sulit. Saat ini hanya saya yang bisa ‘nyekets’. Sedangkan kedua karyawan saya baru bisa mengukir. Karena untuk ‘nyekets’ butuh kreativitas tinggi dan tidak semua orang bisa melakukanya dengan baik,” pungkasnya.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/regional/2017/01/22/sandal-jepit-ukir-khas-jombang-karya-rois-ini-unik-dan-murah
Comments
Loading...