Kerajinan Sandal Kayu Di Tasikmalaya

0 338

Kerajinan Sandal Kayu Di Tasikmalaya

Dunia fashion memang tak perah ada habisnya untuk terus digali potensinya, khususnya peluang dalam menghasilkan rupiah. Bagi pemilik kreatifitas dan wirausahawan, berbagai aksesoris wanita selalu menjadi objek untuk terus dikembangkan menjadi produk yang inovatif.
Seperti Andriani Puspa Dewi, pemilik usaha sandal berlabel Kelom Ayu (KemAyu) ini terus menjajal kemampuannya untuk mengembangkan sandal kayu, menjadi produk fasion yang bernilai jual tinggi.
Setelah sukses memasarkan sandal kelom  ke pasar Jawa Barat, Jakarta, hingga luar negeri, perajin asal Tasikmalaya ini ingin menjajal pasar Jawa Tengah, terutama pasar Kota Semarang.
Andriani mengatakan, selama ini kendala utama dalam memasarkan sandal kayu tersebut  adalam minimnya pengetahuan masyarakat  tentang barang kerajinan tradisional ini. Image sandal kayu yang berat, membuat produk ini kurang diminati.
“Selain ikut pameran dalam negeri, kami juga memasarkan melalui media online. Hasilnya cukup efektif. Pesanan naik hingga dua kali lipat,” katanya saat ditemui di pameran Finance dan UMKM Expo di Mal Ciputra.
Guna menembus pasar Kota Semarang, Kelom Ayu mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Kadin Jateng tersebut selama 24-28 Mei 2012. Saat ini, Kelom Ayu telah memiliki distributor Semarang di Jl Singa Dalam Utara No 3. Sandal yang telah diproduksi selama tiga generasi ini dibuat di Kota Tasikmalaya.
Dalam seminggu, Kelom Ayu mampu memproduksi 20 sandal kelom. Sandal diproduksi secara handmade. Sandal kelom produksi Dewi tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga sudah kesohor hingga ke mancanegara,  seperti Jepang, Jerman, dan Hongkong.
Untuk pasar dalam negeri, selain Jawa Barat dan Jakarta, Batam, Lampung, dan Bali juga menjadi pasar utama.
“Kami terus menginovasi produk dengan membuat desain-desain baru yang unik dan khas. Seperti memadukan sandal kayu dengan bahan jin, perunggu, dan mendong,” katanya.
Harga sandal kelom cukup terjangkau, mulai Rp 100.000- Rp 175.000. Modelnya beragam, mulai dari sandal tanpa hak, sandal dengan hak biasa, hingga model hak ekstrim atau hak G, hak konel, dan sepatu sandal. “Yang paling banyak diminati adalah model hak ekstrim,” imbuhnya.
Kelom, dalam bahasa sunda memiliki arti sandal kayu. Sandal ini dianggap sebagai penyempurnaan dari sandal bakiak. Ciri khas yang membuat kelom menjadi unik dan menarik yaitu karena sandal ini terbuat dari kayu mahoni yang dipercantik dengan ukiran, bordir, lukisan dan batik dengan motif khas Tasikmalaya.
Source http://hariansemarangbanget.blogspot.com http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2012/05/perajin-sandal-kayu-bidik-pasar.html
Comments
Loading...