Kerajinan Sandal Ukir Maskot Asian Games Di Kudus

0 243

Kerajinan Sandal Ukir Maskot Asian Games Di Kudus

Berbekal alat sederhana, Hartono menggaungkan demam Asian Games 2018 hingga ke Hong Kong lewat sandal jepit ukir. Dengan tangan kreatifnya, bapak satu anak ini mengukir maskot Asian Games Bhin Bhin, Atung, dan Kaka pada sepasang sandal jepit karet.

Tak butuh waktu lama bagi Hartono untuk menggoreskan ukirannya. Untuk mengukir satu maskot Asian Games, ia hanya butuh waktu sekitar satu hingga dua jam. ”Dalam sehari bisa membuat sandal ukir khusus maskot Asian Games lima hingga enam pasang.

Selebihnya, untuk mengerjakan pesanan motif lainnya,” katanya. Hartono mengerjakan sandal ukir di ruang tamu rumahnya yang sederhana di Dusun Beji Banjaran RT 1 RW 3 Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Ia mulai membuat kerajinan sandal ukir sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, dia merupakan perajian pisau mengikuti jejak kerabatnya.

Jejak kreativitas Hartono juga terlihat dari sandal jepit ukir dengan gambar wajah tokoh terkenal seperti Presiden RI Jokowi hingga Soekarno, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta karakter animasi seperti Doraemon dan Hello Kitty. Ia juga membuat ukiran bermotif wajah sesuai pesanan konsumennya.

Hartono juga menyulap sandal jepit menjadi jam dinding ukir dengan motif aneka rupa. ”Saya juga mengerjakan suvenir seperti gantungan kunci dari bahan karet sandal jepit.

Sejak demam Asian Games mulai terasa, saya fokus membuat ukiran maskot Asian Games,” katanya. Ada tiga maskot Asian Games 2018 yakni Bhin-bhin (burung cenderawasih), Atung (Rusa Bawean), dan Kaka (Badak Bercula Satu). Hartono cukup detail dalam membuat kerajinan sandal ukir.

Maskot Bhin-Bhin misalnya. Karakter burung cendrawasih itu diukir detail lengkap dengan rompi bermotif khas suku Asmat. Padahal untuk membuatnya, Ia hanya butuh alat sederhana seperti cutter dan penjepit.

Hartono mengaku awalnya iseng mengunggah karyanya di akun media sosial miliknya. Sejak pawai obor Asian Games beberapa waktu lalu, akun media sosial miliknya mendadak banjir order. Terlebih harga sandal ukir buatannya cukup terjangkau. Sandal ukir misalnya, hanya dibandrol mulai Rp 25 ribu-Rp 50 ribu.

Jika pemesan ingin sandal ukir dibuat menjadi jam dinding lengkap dengan pigura, harganya melonjak hingga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. ”Harganya bervariasi tergantung kerumitan motifnya. Sejauh ini pemesan cukup puas.

Selain pembeli dari Kudus dan kabupaten sekitar, ada juga pembeli yang berasal dari luar Jawa, bahkan baru-baru ini ada pemesan dari Hong Kong,” katanya. Kreativitas Hartono pun membuka lahan bisnis baru bagi pelaku usaha (reseller) suvenir.

Khairil Shocibi, pelaku usaha penjualan suvenir online melihat peluang untuk memasarkan hasil karya Hartono. Terlebih saat ini memang tengah demam Asian Games. ”Di toko online harga suvenir Asian Games bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah.

Produk sandal ukir Hartono ini cukup yang unik dan harganya kompetitif. Sebulan terakhir pesanan pernak-pernik Asian Games memang cukup laris di pasar online. Peminat sandal ukir bermotif maskot Asian Games ini pun cukup banyak,” katanya.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/112105/sandal-ukir-hartono
Comments
Loading...