Kerajinan Sangkar Burung Di Kampung Kabandungan

0 335

Kerajinan Sangkar Burung Di Kampung Kabandungan

Perajin sangkar burung makin geleng-geleng kepala. Setelah dihantam informasi adanya aturan baru dari pemerintah yang melarang sejumlah burung dijual, kini mereka diperhadapkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dampaknya, sejumlah harga bahan baku mengalami kenaikan.

Meski memberikan pengaruh yang tak signifikan, namun sejumlah perajin sangkar burung di Kampung Kabandungan, Desa Sindangsari, Kecamatan Karangtengah angkat bicara. Harga bahan baku seperti paku dan cat mengalami kenaikkan.

Saat ini, ada lima perajin besar sangkar burung perkutut di Desa Sindangsari. Mayoritas penduduk dari mulai anak sampai orang dewasa banyak yang menggantungkan hidupnya dari membuat sangkar burung perkutut.

“Efeknya ada meski sedikit. Namun, masih lebih dahsyat kasus flu burung daripada kenaikan mata uang dollar,” ujar seorang perajin sangkar burung di Kampung Karangsari-Kabandungan, Edi Mulyadi.

Ia mengatakan, saat ini pangsa pasar hasil kerajinan sangkar burung masih dipasarkan untuk lokal saja. Wilayah yang menjadi langganan adalah sebagian Pulau Sumatera, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Edi mengatakan, untuk kasus flu burung cukup berimbas pada perajin sangkar burung perkutut. Saat itu, kata Edi, banyak pengusaha atau perajin sangkar burung yang mengalami gulung tikar.

Akibat dari kasus flu burung beberapa waktu lalu perajin sangkar burung perkutut hampir semuanya bermasalah dengan pihak bank. Edi berharap, baik pemerintah lokal, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat melek dan memperhatikan potensi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini.

Source https://cianjur.pojoksatu.id https://cianjur.pojoksatu.id/baca/perajin-sangkar-burung-di-cianjur-sudah-jatuh-tertimpa-tangga
Comments
Loading...