Kerajinan Sapu Dari Sabut Kelapa Di Purbalingga

0 417

Kerajinan Sapu Dari Sabut Kelapa Di Purbalingga

Berawal dari sabut (tepes) kelapa, sisa dari pengolahan minyak kelapa yang tak terpakai, para wanita di Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tertarik untuk memanfaatkannya sebagai sapu lantai.

Salah satu perajin sapu tepes di Desa Penolih, Aryati menceritakan, dulunya pada tahun 1960an, sabut kelapa hanya dibuat menjadi tali sandat atau alat angkut barang dengan cara dipikul. Tali sandat banyak digunakan untuk mengangkut padi dari sawah, menuju rumah ketika panen tiba.

Lalu tali sandat tergeser oleh kendaraan angkutan bermotor. Dan banyak juga masyarakat yang tidak lagi menggunakan tali sandat.

Aryati menambahkan, di wilayah Desa Penolih, sudah berkembang home industri sapu tepes. Ibu-ibu rumah tangga bisa menghasillkan pendapatan tanpa harus pergi dari rumah, seperti wanita-wanita lain yang bekerja di pabrik-pabrik rambut.

“Tiap hari bisa bekerja sambil menunggui atau menemani anak-anak bermain di sekitar rumah. Setelah sapu tepes sudah terkumpul banyak, sapu diambil oleh para pedagang untuk dipasarkan di berbagai daerah. Bahkan pemasaran sapu tepes produksi desa Penolih sudah melebar hingga luar kota Purbalingga,” kata Aryati.

Adapun cara pembuatan sapu lantai dari tepes cukup sederhana. Pertama sabut kelapa direndam air di kolam, kemudian ditumbuk dengan kayu atau batu hingga halus, kemudian dijemur sampai kering. Setelah kering, barulah dirajut dengan tali ijuk atau tali plastik, dan diikatkan pada sebilah bambu atau rotan

Source https://www.timesindonesia.co.id/ https://www.timesindonesia.co.id/read/134717/20161015/201345/di-desa-penolih-sabut-kelapa-disulap-jadi-sapu-lantai/
Comments
Loading...