Kerajinan Sapu Gelagah Di Pekalongan

0 336

Kerajinan Sapu Gelagah Di Pekalongan

Sebagian besar penduduk desa Botosari di Dataran Tinggi Dieng hidup dari kerajinan sapu yang dibuatnya. Sapu yang mereka buat berbahan sabut pohon gelagah yang dipasarkan hingga ke luar pulau Jawa. Desa yang terletak di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan ini mengembangkan kerajinan sapu gelagah warisan nenek moyang.

Ketika memasuki Desa Botosari, akan disuguhkan pemandangan yang asri dan sejuk. Di desa yang diapit oleh beberapa perbukitan ini mempunyai hawa yang dingin. Hilir mudik warga yang membawa gelagah (semak) yang digendong akan menjadi pemandangan yang kerap ditemui saat masuk desa ini. Ya, biasanya warga desa mencari gelagah ke hutan-hutan di Dataran Tinggi Dieng ini. Adapula yang sengaja menanam gelagah sendiri.

Abu Tal’ah, menjelaskan, warganya memang sebagian besar mengembangkan warisan leluur berupa sapu gelagah. Dari 2.400-an warga, sebanyak 70 persen di antaranya adalah pengrajin sapu.

“Kalau kasarannya, ya lebih 70 persen, soalnya sama yang pencari gelagah, jasa ekspedisi sapunya. Bisa lebih lah. Warga sini mayoritas berkecimpung dalam kerajian sapu. Ini warisan turun-temurun, entah dari tahun berapa mulainya,” jelas Abu Tal’ah.

Hampir di setiap rumah memiliki gudang penyimpanan gelagah yang mereka cari di hutan. Bahkan, beberapa warga sengaja membudidayakan tanaman semak gelagah ini, untuk mencukupi kebutuhan bahan baku pembuatan sapu. Warga membudidayakan gelagah di lahan-lahan perbukitan setempat. Setiap pengrajin dalam sebulan bisa membutuhkan bahan baku gelagah sebanyak 1,5 Ton.

Uniknya, setiap pengrajin dan kelompok pengrajin sapu gelagah di desa setempat, mempunyai tujuan pasar sapu kota atau daerah berbeda-beda. Hal inilah yang membuat para perajin satu sama lainnya tidak berebut pasar. Bahkan, ada juga pengrajin yang khusus hanya mencukupi kebutuhan sapu lokal saja (Pekalongan-Batang).

“Untuk pemasaran mereka saling berkoordinasi dengan beda tujuan kota atau daerah. Seperti ke Kota Kudus, Solo, Klaten, berbeda perajin. Ada juga yang khusus ke luar Jawa,” tambahnya.

Jangan heran, bila dari kerajinan sapu gelagah ini pengrajin kecil saja bisa meraup keuntungan bersih Rp 5 Juta per bulannya. Kasir salah satu pengrajin sapu, di hadapan Bupati Pekalongan Aship Kholbihi saat melakukan peninjauan desa sentra perajin sapu gelagah, mengaku dirinya minimal mendapatkan keuntungan Rp 5 juta dalam sebulan.

“Kalau saya kirim ke Solo. Alhamdulillah, setiap bulan dapat untung bersih Rp 5 juta. Dari ini juga dapat menyekolahkan anak kuliah,” kata Kasir. Dijelaskan Kasir, dalam sebulan tersebut dirinya mengirimkan sapu gelagah ke Solo sebanyak 6 ribu sapu, yang dikirim dua kali masing-masing 3 ribu. Satu sapu sendiri harganya bervariasi dari harga termurah Rp 5 Ribu – Rp 12 Ribu per sapu.

Meski suda sebagian warga membudidayakan semak gelagah ini, tapi warga desa setempat masih saja kesulitan bahan baku gelagah. Bahkan, kerap harus mendatangkan gelagah dari wilayah tetangga yakni Kecamatan Kalibening ikut Kabupaten Banjarnegara. Untuk itu Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menjanjikan akan bekerjasama dengan pihak terkait (perhutani), agar kemakmuran warga setempat terus meningkat.

“Kendalanya suplay bahan baku ya. Saya mau minta ke Perhutani. Kita akan bermitra dengan Perhutani untuk mengatasai pengembangbiakan tanaman gelagah ini,” kata Asip.

Asip menambahkan, program Sonjo Desa yang digagasnya, tidak lain untuk melakukan pemetaan permasalahan desa yang dikunjungi dan langsung ada tindaklanjutnya.

“Sehingga persoalan-persoalan seperti ini bisa langsung ditangani,” jelasnya.

Berada di tempat terpencil di pegunungan, menurut Asip, kesadaran warga untuk berpendidikan sudah cukup tinggi. Terbukti, meski daerah ini jauh dari perguruan tinggi, setidaknya di tahun ini tercatat terdapat 16 mahasiswa yang berasal dari desa setempat yang akan menyelesaikan kuliahnya.

“Hasil dari kerajinan sapu gelagah juga, anak-anak kita berkuliah sampai jauh-jauh ke luar kota. Saya berharap, sekembalinya mereka menimba ilmu, bersama-sama membangun dan memajukan desa sini agar lebih maju lagi,” katanya.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3660237/hidup-dari-sapu-gelagah-di-dataran-tinggi-dieng?_ga=2.147545399.1231937105.1524013499-1302190192.1524013499
Comments
Loading...