Kerajinan Sapu Sorgum Di Tegal

0 274

Kerajinan Sapu Sorgum Di Tegal

Industri pengekspor sapu sorgum ke Jepang, PT Kembar Bina Usaha, yang selama ini menggunakan merek Made In Indonesia diminta untuk menggunakan merek Made In Tegal. Dengan Made In Tegal diharapkan mampu mengenalkan nama Tegal di kancah internasional dan mendatangkan lebih banyak investor ke Kota di Pantura Jawa Tengah itu.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno saat meninjau produksi sapu berbahan tanaman sorgum di PT Kembar Bina Usaha, di Jalan Irian No 1 Kota Tegal Jawa Tengah.

“Sapu Tegal ini harus ditulis Made In Tegal. Kalau orang lihat Made In Tegal wah hebat nanti investor banyak lagi yang datang ke Tegal,” kata Walikota saat berdialog dan memberi pengarahan kepada para karyawan PT. Kembar Bina Usaha yang kebanyakan berusia paruh baya.

Walikota didampingi Kepala BP2T Kota Tegal Bajari. Sementara dari pihak perusahaan Kepala Produksi PT Kembar Bina Usaha, Ismi Yuliani dan owner PT Kembar Bina Usaha Dody Ruslim dan Dedy Ruslim memberi penjelasan kepada Walikota mengenai teknis produksi sapu sorgum dan fungsi masing-masing sapu sorgum yang diproduksi.

Sebelumnya Walikota melihat langsung pembuatan 100 lebih macam jenis sapu yang diproduksi khusus untuk diekspor ke Jepang. Walikota bertanya kepada satu persatu karyawan yang telah bekerja puluhan tahun mengenai apa yang sedang buat dan dalam satu hari mampu memproduksi berapa unit.

Mengenai keinginan Walikota memasukkan Tegal dalam merek sapu sorgum produksinya, Dody Ruslim menyatakan siap melaksanakan. “Mudah-mudahan. Kita sudah ajukan kepada mereka. Jadi nanti hasilnya apapun kita minta harus ada Tegal. Atau Indonesia Tegal Jawa Tengah tapi Tegalnya tetap akan kita masukkan,” ujar Dody.

Ditambahkan, ini sapu sorgum yang diproduksi pihaknya hanya khusus diekpsor ke Negeri Sakura. Sebab berapa pun sapu sorgum yang diproduksi, selalu habis bahkan kekurangan untuk ekspor sehingga tidak ada produksi yang dijual di dalam negeri. Untuk memenuhi bahan baku, pihaknya bekerja sama dengan petani dan mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

Seperti petani dari Pemalang dan Semarang. Sedangkan bahan baku bambu untuk batang sapu didatangkan dari Purbalingga dan Banyumas. Sedangkan untuk gaji karyawan, Dody menyebut pihaknya sudah memberikan upah sesuai dengan Upah Minimal Regional (UMR) bahkan melebihi UMR yang telah ditentukan Pemerintah Daerah.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2016/03/28/sapu-sorgum-khas-made-in-tegal-makin-gencar-ekspor-ke-jepang
Comments
Loading...