Kerajinan Sarung Goyor Di Boyolali Tembus Arab

0 186

Kerajinan Sarung Goyor Di Boyolali Tembus Arab

Utami seorang pengrajin warga RT 03/03 Dusun Tegalrejo, Desa Giriroto, Boyolali, mengatakan kerajinan ekonomi kreatif tenun sarung goyor yang pengerjaannya dengan alat manual atau tradisional itu memiliki kualitas lebih halus.

“Sarung goyor ini dibuat secara tradisional dengan teknik alat tenun bukan mesin (ATBM). Pembuatan sarung goyor ini sudah dirintis sejak lama.

Bahkan, kata Utami, sarung goyor diproduksi sudah sejak 1970-an sebelum ada sarung buatan pabrik di Indonesia. Pembuatan sarung goyor secara manual banyak dijumpai di wilayah Ngemplak Boyolali. Utami menjelaskan, dirinya memang meneruskan usaha orang tuanya sejak 2010 hingga sekarang. Orang tuanya usaha kerajinan tenun sarung goyor ini, pada sekitar 1980-an.

“Kami delapan bersaudara, dan lima anak perempuan di antaranya, mengikuti jejak orang tuanya dengan usaha kerajinan tenun sarung goyor,” kata Utami.

Utami mengatakan, dengan menggunakan sebanyak 15 alat tenun manual mampu memproduksi sekitar 50 sarung goyor per minggunya. Setiap tenaga kerja mampu meproduksi sekitar empat hingga lima meter kain tenun sarung goyor per hari. Menurut dia, hasil produksi kerajinan tenun sarung goyor tersebut dibuat hanya berbentuk kain setelah itu, disetorkan ke pabrik atau pihak kedua untuk dipasarkan baik di lokal maupun luar negeri terutama di Arab Saudi atau Negara Timur Tengah lainnya. Namun, kata Utama, permintaan ekspor beberapa bulan ini sedang menurun dratis, kemungkinan karena dampak adanya konflik politik di negara-negara Timur Tengah itu.

“Produksi sarung goyor kini sedang anjlok atau sekitar 80 persen dibanding beberapa bulan yang lalu. Saya biasanya rata-rata mengirim hasil kerajinan ini, sekitar 50 sarung per minggu, tetapi kini menurun hanya sekitar 10 sarung per minggunya,” katanya.

Menurut dia, setiap sarung goyor kualitas biasa mendapatkan upah produksi sekitar Rp65 ribu, kualitas sedang Rp85 ribu, sedangkan kualitas halus Rp90 ribu. Harga sarung goyor kualitas biasa dijual sekitar Rp350 ribu per biji, kualitas sedsang Rp400 ribu per biji, dan kualitas halus Rp800 ribu per biji.

“Kerajinan tenun sarung goyor ini, khusus dipasarkan di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, sedangkan lokalnya ke Bali, Surabaya, dan Semarang,” katanya.

Menyinggung soal jumlah perajin tenun sarung goyor di desa ini, Utami menjelaskan ada sekitar 100-an orang dan mereka kebanyakan hasil produksinya disetorkan ke pihak perusahaan di Solo untuk diekspor ke luar negeri.

“Namun, pada perajin kini banyak yang mengeluh karena permintaan sedang turun dratis. Sehingga, mereka otomatis berdampak turunnya produksi,” kata Utami yang menekuni kerajinan tenun sarung goyor ini sejak lulus sekolah dasar.

Source https://jateng.antaranews.com https://jateng.antaranews.com/detail/tenun-sarung-goyor-tembus-arab.html
Comments
Loading...