Kerajinan Scrapbook Di Semarang

0 341

Kerajinan Scrapbook Di Semarang

Berawal dari kesenangan akan dunia fotografi dan crafting, bertemulah Indri Rusmayanti dangan scrapbook. Tak disangka karyanya tersebut disukai dan permintaan pun mulai mengalir. Kini dari scrapbook, usahanya berkembang dengan laba menggiurkan.

Scrapbook itu sendiri adalah seni menempel foto di media kertas dan menghiasnya menjadi karya kreatif. Ada beberapa macam bentuk kreasi scrapbook, ada yang satu halaman (single page), ada yang bentuk album atau mini album, dan ada yang dikreasikan menggunakan media canvas, kaleng, atau box. Scrapbook bukan sekedar menghias foto tapi juga bercerita tentang suatu kenangan.

Di era digital seperti sekarang foto sudah hampir jarang diprint, semua disimpan dalam bentuk file komputer adau cd. Dan ketika file rusak, foto akan hilang begitu saja. Oleh sebab itu Indri kemudian mengabadikan hasil bidikan menjadi scrapbook. “Jadi scrapbook itu bagi saya bukan sekedar menghias foto tapi juga mengumpulkan kenangan dengan cara berbeda.” Indri membuat foto-foto itu bisa bercerita tentang suatu moment dalam hidup menjadi suatu karya yang indah.

Awalnya Indri membuat untuk dirinya sendiri. Tapi setelah teman-teman melihat hasilnya mereka pun tertarik. Karena peminatnya semakin banyak, akhirnya Indri pun berani membuka usaha dengan nama Paperlope pada tahun 2011. Ia menjalankan usaha tersebut bersama dengan sang adik, bayu Indrawan. ia memberikan jasa pembiatan handmade scrapbook. Dipilhnya nama Paperlope berasal dari kata paper dan love. “tapi kemudian saya lebih suka menuliskan love dengan lope. Kalau secara arti menunjukkan kecintaan saya terhadap kertas,” kata penyuka crafting ini.

Saat mendirikan Paperlope boleh dibilang Indri tak mengeluarkan modal. “Karena berawal dari hobi, modalnya hanya menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di rumah,” ujar sulung dari tiga bersaudara ini. Indri menggunakan bahan baku dari kertas bekas, kertas daur ulang, majalah, dan lain-lain. Namun karena tak ingin mengecewakan konsumen dan agar hasil karyanya lebih bagus, Indri mencari toko yang menjual scrapbook kertas emblishment. “Sehingga produk yang kami jual bisa awet dalam jangka waktu yang panjang atau lifetime karena kualitasnya foto dan kertas tidak menguning.”

Indri mengerjakan 2 jenis scrapbook yakni scrap in frame dan mini album. Namun ia tetap menerapkan custom order. Scrapbook buatannya dihargai sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. Selama setengah tahun membuka usaha ini, promosi hanya berdasarkan mulut ke mulut saja. Dan kemudian setelah cukup modal, Indri memberanikan diri untuk membuka order via online, pada saat itu melalui Facebook. Ingin usahanya semakin berkembang, tiga tahun kemudian pada tahun 2014. Indri join dengan satu orang partner lagi bernama Selvia Liem. Di sini mereka ingin memperluas usaha dengan tidak hanya menerima pesanan scrapbook semata. Mereka membeli bahan baku dari supplier besar ataupun import sendiri. “Kami kemudian menjual bahan-bahan craft seperti bahan craft decoupage. “Usaha ini kemudian berubah nama menjadi moonlight Art and Craft. Tidak seperti paperlope yang hampir nyaris tanpa modal, pada usaha ini Indri menambah modal sekitar Rp 15 juta untuk membeli beberapa bahan. Untuk bahan-bahan dasar scrapbook dan decoupage ada banyak jenis mulai dari lem, kertas, stamp, emblishment, napkin, varnish, cat dan lain-lain. Bahan-bahan dasar decoupage dan scrapbook tersebut dijual dengan harga Rp 7.500 sampa Rp 400 ribu.

Source http://www.koranmalam.com http://www.koranmalam.com/2016/07/indri-rusmayanti-dari-kertas-bekas-jadi.html
Comments
Loading...