Kerajinan Scrapbook Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya

0 135

Kerajinan Scrapbook Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya

Berawal dari tak punya uang untuk membeli kado temannya, Levia Indaka membuat scrapbook yang berisi foto-foto. Selintas sederhana, tetapi hadiah itu cukup membuat takjub teman-temannya. Bahkan, bermula dari kreativitas scrapbooknya itulah dia mengembangkan bisnis dengan omset yang kini mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Mendapat support dari rekan-rekannya yang suka dengan hasil karyanya itu, wanita asli Malang ini mulai memberanikan diri untuk memperjualbelikan produknya. Awalnya, produk yang dibuatnya yakni album foto yang kemudian dikreasikan dalam scrapbook. Tentu dari hasil tangannya ini, kertas biasa menjadi souvenir yang memiliki nilai tinggi.

“Awalnya hanya iseng dan tak mau jadi bisnis. Tapi karena banyak yang suka, akhirnya saya  mencoba mendesain ulang album photo biasa, mencoba membuat apa yang belum ada di Indonesia, yakni scrapbook,” ujar wanita yang akrab disapa Indaka ini.

Sudah pasti, album foto biasa menjadi lebih menarik dengan tampilan baru yang lebih memorable. Tak berhenti dari sana, kreativitas Indaka bermunculan dengan mencoba mendesain baru karyanya itu. Dia belajar secara otodidak dari internet, lalu dikembangkannya souvenir untuk hadiah pernikahan. Sehingga lahirlah lagi produknya, kotak musik dan kotak cincin.

“Kalau kita selalu berpikir kreatif, pastinya kita sudah terbiasa untuk berpikir kreatif tanpa harus meniru orang lain,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya semester tujuh itu.

Dia memang begitu jeli melihat peluang. Tak ayal, dia kembali mencoba membuat photoframe dalam bentuk bianglala yang dirancang dari stick es cream dan tusuk sate. Dia mendesain sendiri kedua alat tersebut yang disusunnya menjadi bianglala dengan terpasang rentetan foto yang tak biasa.

“Tak pernah berhenti, saya mengonsep ulang photoframe itu. Masa iya, dari stick es cream dan tusuk sate, kurang menarik!” tegas Indaka yang alumni SMA Negeri 8 Malang ini.

Dengan produk baru kemudian dikonsep ulang, wanita berjilbab ini mengganti bahannya berupa jati Belanda. Dia tak berpikir untuk memproduksi sendiri, namun bekerjasama dengan pengrajin untuk mewujudkan photoframe yang unik dan ciamik dalam bentuk bianglala itu.

Tak hanya itu, photoframe bianglala miliknya dari jati Belanda ini bakal awet hingga lima tahun. Produk ini sudah beredar ke seluruh Indonesia dan telah diekspor kelima negara, mulai dari Hongkong, Singapura, Malaysia, Jepang, Kota Sydney di Australia. Per bulan ia sanggup mengerjakan tak kurang dair 500 custom.

“Harga souvenir di scrapbooknya start dari Rp 85 ribu sampai Rp 800 ribu, tapi untuk permintaan tertentu bisa mencapai jutaan rupiah,” tutur wanita kelahiran 28 September itu.

Usahanya yang tak biasa ini, sempat ditentang oleh orang tuanya. Pasalnya, wanita yang sudah hobi menjalankan bisnis dari SMA ini, pernah mengalami rugi puluhan juta. Namun passionnya itu, justru memberanikan diri untuk memberi pembuktian pada orang tuanya. Usaha scrapbook ini sudah berjalan dari 2016 dengan 15 karyawan, tentu dengan suka citanya. Ia membuka rumah produksi di Jalan Kyai Haji Yusuf 167 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

“Pasang surut bisnis tentu pernah dialami. Saya juga sempat ditipu sahabat sendiri yang mencuri bahan dan membuat usaha yang sama. Kalau karyawan beragam, mulai dari sesama mahasiswa, siswa SMA, atau ibu-ibu,” ungkap wanita yang juga mendapat penghargaan sebagai perempuan inspiratif 2018 pada April lalu dair Natur E.

Baginya, sebagai pebisnis dilarang menyerah. Selain itu, memiliki sikap keras kepala dan ngeyel pada impiannya harus juga dimiliki. Menjadi beda juga begitu penting dengan terus menghadirkan inovasi produk. Tak hanya itu, memperhatikan lingkungan sekitar akan sangat penting. “Hidup itu harus jadi diri sendiri, terus berjuang sesuai passion dan just do it,” tutup wanita yang juga aktif memberi seminar creative preneur ini.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/features/levia-indaka-mahasiswa-fia-ub-pengusaha-scrapbook
Comments
Loading...