Kerajinan Seni Dari Alat Masak Di Jakarta

0 103

Kerajinan Seni Dari Alat Masak Di Jakarta

Barang bernilai seni tinggi tidak selalu harus menggunakan bahan baku yang mahal. Buktinya, di tangan Mully Radhana sejumlah peralatan masak yang terlihat sangat tradisional berubah menjadi artistik hingga memikat kaum urban untuk membelinya.

Aktivitas usaha di bidang seni ini telah dilakoni Mully sejak tahun 2013 silam. Semula usahanya hanya sebatas mengerjakan lukisan-lukisan mural dan membuat souvenir pernikahan dan ulang tahun. Namun, jiwa seninya yang begitu kuat, membuat alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini juga mulai melirik barang yang tidak biasa untuk dijadikan media lukis.

Sejumlah eksperimen pun dibuat, karena Mully ingin membuat karya seni yang tidak sekadar beda dengan seniman lain, tetapi juga memiliki nilai seni yang membumi di kalangan masyarakat luas. Saat itu, ia pun terpikir untuk memanfaatkan peralatan masak sebagai media lukis. Terlebih, kaum ibu sangat bersahabat dengan alat-alat rumah tangga tersebut.

“Idenya dari memanfaatkan perabot dapur yang sudah tidak terpakai lagi, dari situ kita mulai coba-coba. Tapi, sekarang karena untuk dijual kita menggunakan peralatan dapur yang baru,” ujarnya di lokasi workshopnya Jalan Cakalele Depok 2 Tengah

Mully menyebut, untuk jenis kerajinan yang ia produksi saat ini ada beberapa item yang dibuatnya, antara lain toples lukis, wajan lukis, talenan lukis, dan membuat kutipan kata-kata dengan memanfaatkan bahan kayu.

Menurutnya, dalam pembuatan toples lukis, ia menggunakan elemen kaca dan alumunium. Sedangkan untuk catnya menggunakan cat acrilyc. Meski menggunakan medium yang tidak biasa, ia mengaku tingkat kesulitannya sangat rendah. Terlebih, sejak mahasiswa dirinya memang sudah terbiasa melukis.

Toples hias yang cukup artistik itu biasa dijualnya seharga Rp 45-100 ribu tergantung ukuran besar dan kecilnya. Sementara untuk wajan hias harganya mulai dari Rp 65-75 ribu.

“Kalau talenan lukis berkisar antara Rp 45-60 ribu, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya,” jelas ayah dua anak itu.

Mully menambahkan, meski terbilang baru usahanya mendapatkan sambutan cukup positif dari para konsumen. Biasanya pesanan datang dari teman-teman, komunitas, bahkan para pemilik kafe yang ingin menjadikan produknya sebagai elemen dekorasi ruangan. Dengan hiasan yang cukup dekoratif itu, pengunjung menjadi betah berlama-lama di kafe.

Selain memanfaatkan jaringan pertemanan yang telah terbentuk, Mully juga memasarkan barangnya via sosial media seperti Facebook.

“Untuk saat ini cukup sering juga pesanan datang. Biasanya setiap ada moment ulang tahun, pernikahan, wisuda bahkan event-event tertentu pesanan selalu ramai,” jelasnya.

Mully juga sudah melengkapi usahanya dengan surat izin usaha dari instansi terkait. Dengan legalitas usaha yang dibuat, ia berharap bantuan permodalan dan bantuan promosi gratis seperi bazaar dan pameran bisa difasilitasi pemerintah.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/kintan-craft-ubah-alat-masak-jadi-barang-bernilai-seni.html
Comments
Loading...