Kerajinan Seni Decoupage Dari Yogyakarta

0 246

Kerajinan Seni Decoupage Dari Yogyakarta

Seni menghias dengan teknik menempel tisu bergambar ke obyek tertentu itu dikenal dengan istilah Decoupage. Berasal dari bahasa Prancis, sebenarnya Decoupage artinya memotong, teknik itu telah populer di mancanegara terutama di Eropa. Dengan media tisu yang digunakan memang berbeda dengan tisu kebanyakan yang sering kita temukan. Tisu ini biasa dikenal dengan nama servietten.

Saat ini di Indonesia kerajinan decoupage mulai digemari para ibu rumah tangga maupun anak muda. Tak terkecuali Ria, ibu satu putra itu tertarik mencoba kerajinan decoupage setelah melihat sang mama yang gemar membuat kerajinan tersebut. Dari hobi ibu dan anak itulah, koleksi tas dengan ragam hiasan yang mereka hasilkan menjadi semakin banyak.

Wanita pemilik nama lengkap Dilisna Riatri ini menekuni usahanya sejak 6 bulan lalu dengan berjualan offline di rumahnya di Griya Perwita Asri, Condong Catur, Depok, Sleman. Meski terbilang baru, namun Ria begitu lihai menerapkan teknik decoupage ke media tas berbahan pandan, lontar, dan rotan. Tas pandan yang tadinya nampak biasa, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa dan bernilai jual tinggi.

Mantan pelatih senam ini mengaku hanya merogoh kocek sekitar Rp 500 ribu untuk memulai usahanya itu. Yaitu untuk membeli bahan baku tisu dan tas di Malioboro. Harga untuk produknya pun dibandrol mulai Rp 10 ribu hingga Rp 400 ribuan.

”Kalau untuk bahan rotan memang lebih mahal. Tapi untuk tas pandan tidak sampai Rp 200 ribu. Harga masih sangat murah dibanding di Jakarta dan Bandung yang lebih mahal hingga 50%,” tuturnya.

Source Kerajinan Seni Decoupage Dari Yogyakarta Kerajinan Seni Decoupage Dari Yogyakarta
Comments
Loading...