Kerajinan Seni Limbah Kaca Di Pakuncen

0 96

Kerajinan Seni Limbah Kaca Di Pakuncen

Ivan begitulah panggilan akrabnya. Ia merupakan alumni mahasiswa Jurusan Desa in Produk UKDW yang saat ini menekuni karya seninya yakni mengolah limbah kaca. Pada 2012, ia mendirikan komunitas Otakatik Creative Workshop, Jalan Ngadimulya, Pakuncen, Wirobrajan, RT 37 RW 8, nomor 265, Yogyakarta.

Untuk bisa mendirikan otakatik ini, tentunya butuh niat yang harus dibangun. Ia mengatakan “otakatik ini merupakan bengkel terbuka, ada yang menyebutnya open space, siapapun boleh belajar serta menggunakan fasilitas di sini untuk menciptakan kreasi,” ujarnya.

Ketika teman-teman Ivan belajar di otakatik, ia selalu sharing tentang ilmunya yang didapatkan dari Sunaryo, ahli pembuat tabung reaksi dari Condongcatur, Depok Sleman. Ia tertarik kaca karena merupakan topik yang perlu diangkat sebagai bahan eksplorasi. Perlu ditekankan, eksplorasi dilakukan yakni menggali metode pengolaanya, tanpa harus menggunakan fasilitas lengkap seperti yang ada di pabrik.

Ide awalnya, ia sering membuat tugas bareng bersama teman-temanya di laboratorium kampus. Ia magang di CV Glass Blower terletak di Jalan Condong-catur, Yogyakarta. Berawal dari hal-hal tersebut, lalu ia bersama rekannya Yohanes Sigit mulai mengembangkan sendiri metode pengelolaan limbah kaca.Untuk menghasilkan karya seni limbah kaca mengaggumkan, ia menggunakan 100% limbah kaca yang dikreasikan menggunakan metode pengelolaanya. Ivan harus selalu berhati-hati agar material kaca tidak membahayakan dirinya dalam mengelolanya. Sebelum Ivan mendaur ulang limbah kaca, ia membersihkan terlebih dahulu serta memilah-milah barang tersebut sesuai dengan jenis dan ukuranya.
Ia menambahi “ limbah-limbah kaca di sini kami mendapatkannya dari rekan-rekan pedagang kaca, figura sisa potongan kecil-kecil, dari pengrajin patri kayak mozaik-mozaik di gereja, sisa-sisa botol juga ada,” tambahnya. Dalam mengelola limbah kaca, Ivan menggunakan semangatDo With Your Self serta mengusung konsep ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Berbagai referensi dari internet, ia amati, lalu mulai mencoba untuk memodifikasinya dengan teknik metode pengelolaan yang tersedia di otakatik. Metode yang digunakan yaitu teknik flame working dan cold working.
Source http://newslab.uajy.ac.id http://newslab.uajy.ac.id/2017/06/08/inilah-karya-seni-limbah-kaca-ivan-bestari-minar-pradipta/
Comments
Loading...