Kerajinan Seni Lukisan Wayang Di Kamasan, Bali

0 307

Kerajinan Seni Lukisan Wayang Di Kamasan, Bali

Lukisan wayang di Desa Kamasan, Klungkung, Bali, bukan saja jadi industri kerajinan seni. Namun, melukis bagi warga disitu sudah menjadi tradisi tua yang masih lestari sampai sekarang. Warna lukisannya bercorak terang dengan warna tajam, serta mengambil cerita dari kisah pewayangan. Karena itulah, mereka dikenal sebagai pelukis wayang.

I Nyoman Mandra menjadi salah satu penekun tradisi di desa itu. Menurutnya, dengan melukis wayang berarti mengamalkan ajaran dan petuah yang ada dalam kisah pewayangan, terutama ajaran budi pekerti dari Mahabarata dan Ramayana. Disamping itu, wilayah Desa Kamasan yang diyakini sebagai cikal bakal raja diraja Bali, juga dianggap sebagai pusat kesenian masa lalu.

“Di Bali sendiri ada beberapa gaya melukis wayang, diantaranya, gaya Kerambitan yang ada di Tabanan, gaya Naga Sepa atau gaya Singaraja dan gaya Kamasan. Meskipun sumber ceritanya sama, tapi gaya pewarnaannya berbeda,” jelas Nyoman Mandra.

Gaya Kamasan sendiri cukup terkenal dengan warna cerah seperti, biru, merah dan kuning dengan perpaduan gradasi yang cukup memikat. Kalau dilihat dari bentuk, menurut Mandra, lukisan wayang Kamasan memiliki alur dua dimensi dengan posisi miring dan dua mata. Satu mata tampak jelas memandang, sedangkan satunya lagi, tatapannya dilukiskan dengan posisi miring.

Kelas lukisan disitu dibagi menjadi tiga jenis, kasar, sedang dan halus. Karena ada pembedaan, tentu saja, cara pengerjaan, material yang digunakan serta harganya juga berbeda. Jika diukur dengan nilai rupiah, lukisan yang masuk kelas kasar kisaran harganya puluhan hingga ratusan ribu. Sedangkan kelas sedang bisa lebih mahal, rata-rata untuk ukuran dua meter sampai Rp 2 juta.

Sementara kelas yang paling tinggi, tingkat halus, pengerjaannya dilakukan secara cermat dan detail. Material yang digunakan untuk melukis juga berbeda. Untuk pewarnaan digunakan tinta tahan usia bahkan jenis tinta impor. Karena itu, harganya bisa berlipat-lipat dibandingkan lukisan dengan kelas yang lain.

Terutama, ketika membuat sketsa tokoh sesuai dengan jalan cerita akan dibuatnya. Itu, menurutnya, memerlukan konsentrasi agar gerak tubuh si tokoh pewayangan sesuai dengan jalan kisahnya. Seperti yang terlihat, ia berkali-kali harus menghapus coretan dan mengulangi lagi sampai benar-benar menjadi karakter seperti yang diinginkan.

Source Kerajinan Seni Lukisan Wayang Di Kamasan, Bali Merupa Wayang Gaya Kamasan
Comments
Loading...