Kerajinan Seni Ukir Tanduk Di Sukabumi

0 355

Kerajinan Ukir Tanduk

Meneruskan usaha orang tuanya yang dibangun sejak 1920-an, kini Tin Kartini dan anaknya Cecep Maulana bahu membahu menjalankan Karya Seni Tanduk. Produknya sudah menembus mancanegara, bahkan dipakai untuk frame kacamata buatan Jerman.
Tanduk kerbau memiliki keunggulan makanya digunakan sebagai gagang kacamata produksi Jerman,” kata pimpinan Karya Seni Tanduk Sukabumi Cecep Maulana. Penggunaan bahan baku tersebut, kata Cecep, setelah dia bersama industri kecil di wilayah itu mengekspor tanduk kepala kerbau ke Jerman dan Brasil, tahun lalu.“Masih ada beberapa negara lain yang meminta dalam jumlah cukup banyak, diantaranya Australia, Jepang, dan Korea. Namun, karena keterbatasan produksi, permintaan itu belum dapat dipenuhi,” paparnya lagi.
Usaha kerajinan tanduk kerbau, kata Cecep, merupakan warisan turun temurun dari kakek neneknya. Menurut cerita Tin Kartini, yang ditemui Gema Rakyat Indonesia di sebuah pameran UKM di Jakarta beberapa waktu lalu, salah satu anaknya (Cecep) memang sedang giat-giatnya mengembangkan usaha yang dibangun orang tua Tin Kartini alias kakek-nenek Cecep sejak puluhan tahun silam.
Tin mengaku, ketika itu produknya lebih banyak diminati pasar luar. Pesananpun tidak sedikit, bisa mencapai satu kontainer. Untuk memenuhi permintaan pasar kala itu, dia mempekerjakan tak kurang dari 40 perajin.
Sementara desain-desain lain seperti gelang, jepitan rambut, sisir, penggaruk punggung kurang diminati. Daripada barang menumpuk, Tin pun mulai memasuki pasar dalam negeri. “Saat suami saya meninggal pada 1975 sayapun total menangani sendiri usaha. Waktu itu produk banyak menumpuk, akhirnya saya menawarkan kerjasama dengan toserba Sarinah  dan membuka workshop di rumah, di daerah Sukaraja, Sukabumi,”cerita dia.
Source Kerajinan Seni Ukir Tanduk Di Sukabumi Kerajinan Seni Ukir Tanduk Di Sukabumi
Comments
Loading...