Kerajinan Sepatu Batik Karya Mahasiswa ITB Di Bandung

0 164

Kerajinan Sepatu Batik Karya Mahasiswa ITB Di Bandung

Agnes Tandia, mahasiswi Jurusan Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang baru meraih gelar sarjananya, memiliki usaha sepatu dan sandal batik ”online” bernama Just Kulkith. Dia memulai usahanya pertengahan 2009. Agnes sengaja memilih batik sebagai material utama produknya. Dia ingin batik dipakai dan dihargai kaum muda. ”Remaja selalu melihat batik sebagai kain yang hanya pantas dipakai orang tua, hanya cocok untuk acara resmi, seperti kondangan. Pandangan itu yang ingin saya ubah,” tutur Agnes. Melalui produknya ia berharap batik bisa menjadi bagian keseharian kaum muda. Dia berharap kaum muda bisa mencintai batik.

 

”Saya memilih sepatu dan sandal karena kebutuhan batiknya sedikit,” katanya. Posisinya di Bandung juga menguntungkan karena Agnes dengan mudah bisa mendapatkan penjahit yang sudah ahli. ”Kualitas jahitannya bagus,” katanya. Dengan modal batik, penjahit andal, dan ilmu di bangku kuliah, Agnes mulai memproduksi sepatu dan sandal batik. Ia menciptakan desain sepatu dan sandal sesuai model yang sedang in agar produknya digemari anak muda. Apabila saat itu sandal-sepatu model Gladiator sedang musim, Kulkith tak ketinggalan.

Jika sedang musim sandal dan sepatu flat, Agnes juga membuat model serupa, termasuk sepatu boot ala Dr Martin. Inilah tantangan terbesar Agnes. Kreativitasnya diuji. Bagaimana dia bisa menciptakan desain unik dengan corak batik yang sesuai sehingga pas dengan selera anak muda. Dia kerap memadukan corak batik dengan kulit sintetis. Untuk bahan, Agnes relatif tak kesulitan mendapatkannya. Di sejumlah pasar kain di Bandung, ia bisa mendapatkan kain batik yang dibutuhkan. ”Di Bandung, kain batik relatif lengkap, ada batik Pekalongan, Cirebon, Solo, Yogyakarta. Malah sampai kain tenun ikat pun ada,” katanya. Namun, setiap kali dia berkesempatan pergi ke luar kota, Agnes bakal menyempatkan diri berburu kain batik setempat.

Pembelinya tak hanya di dalam negeri. Jangkauan Kulkith sudah melebar hingga Malaysia dan Belanda. Tahun 2009 Agnes mengirim lima lusin sepatu ke Belanda. Omzet usahanya sekitar Rp 50 juta per bulan.

Source http://nasional.kompas.com http://nasional.kompas.com/read/2010/09/14/02505555/twitter.com
Comments
Loading...