Kerajinan Sepatu Kayu Di Jakarta

0 227

Kerajinan Sepatu Kayu Di Jakarta

Mengoleksi sepatu menjadi salah satu kegemaran dari seorang wanita bernama Nadya Mutia Rahma. Lewat kegemarannya itulah, ia kini mantap berbisnis sepatu. Bahkan sepatunya tersebut kini sudah dipasarkan hingga ke benua Eropa. Saat duduk di kelas 2 SMA, wanita yang akrab disapa Nadya ini mengikuti sang ayah pindah ke Jepang. Saat mengikuti program pendalaman bahasa Jepang, ia banyak bertemu dengan murid-murid dari wilayah Skandinavia di Eropa yang seringkali bercerita tentang kebudayaan dan tradisi mereka yang kerap menggunakan cloggs atau kelom. Di situlah ia mulai tertarik untuk membuat cloggs ‘made in Indonesia’ ketika dirinya kembali ke Tanah Air.

“Cloggs atau sandal kayu terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan. Kami menggunakan material kayu mahoni karena kayu itu punya pori-pori yang sangat kecil dan memiliki serat yang sangat padat,” ujarnya.

Wanita 27 tahun itu melanjutkan, proses produksi mulai dari memilih pohon mahoni sampai menjadi cloggs sebenarnya cukup sederhana. Kayu dipotong dan dibuat pola sesuai dengan tinggi haknya kemudian kayu tersebut dikeringkan sebanyak dua kali.


Hanya saja proses pengeringan kayu memakan waktu yang cukup lama yakni sekitar enam hingga delapan bulan. Hal itu dikarenakan produknya tidak menggunakan oven atau alat pengering kayu yang biasa digunakan oleh para pengrajin furniture. Ia mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan kayu tersebut sebelum kemudian disempurnakan untuk dijual.

“Untuk material lain yang kami gunakan adalah kulit sapi yang sudah melalui proses penyamakan dan proses finishingnya menggabungkan kulit dan kayu dengan pemakuian di sekeliling cloggs secara manual,” lanjutnya.

Berkat rajin mengikuti pameran-pameran yang diadakan dari mall ke mall, cloggs yang dibuatnya berhasil menembus pasar Eropa. Melalui para reseller-nya, cloggs dengan label KLOOM itu kini sudah dipasarkan di sejumlah negara Eropa seperti Swedia dan Spanyol serta beberapa negara lainnya seperti Qatar, Australia dan Malaysia.

Diakui Nadia, ada perbedaan yang harus diperhatikan saat akan memproduksi cloggs untuk pasar Eropa dan Asia. Perbedaannya terletak pada selera model dan warna yang agak sedikit berbeda. “Indonesia dan Asia cenderung lebih suka model yang simpel sedangkan Eropa lebih suka variasi dan motif ukiran. Untuk perbedaan ukuran cloggs tidak terlalu berbeda,” katanya lagi.

Harga jual yang ditawarkan untuk satu pasang cloggs di Indonesia mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 900 ribu. Sementara itu di Eropa dijual mulai dari US$ 38 (Rp 499 ribu) hingga US$ 70 (Rp 920 ribu).

Dalam satu hari, cloggs buatannya terjual dengan angka yang variatif di pasar Indonesia. Terkadang bisa terjual tiga pasang, atau bahkan 40 pasang cloggs jika banyak pengunjungnya. Omzet yang didapatnya pun juga tidak menentu, tergantung kepada ramai atau tidaknya penjualan.

“Rata-rata omzet perbulan Rp 100 juta. Modal awal yang kami keluarkan Rp 1,2 miliar dan kami menjual dua rumah pribadi untuk modal tersebut,” ringkasnya sebelum mengakhiri perbincangan.

Source https://wolipop.detik.com https://wolipop.detik.com/read/2016/08/19/114543/3278813/1133/nadya-mutia-wanita-muda-yang-sukses-jual-sepatu-kayu-hingga-ke-eropa?_ga=2.205781073.31111911.1524099710-2015879252.1524099710
Comments
Loading...