Kerajinan Serat Kaca Di Bantul

0 156

Kerajinan Serat Kaca Di Bantul

Kepiawaian Sastro membuat serat kaca berawal dari pengalamannya sebagai buruh pabrik serat kaca di Jakarta. Awal bekerja tahun 1974 ia hanya diterima sebagai kuli serabutan. Lama-kelamaan ia dipercaya untuk membuat serat kaca. Setelah bekerja selama 17 tahun di pabrik tersebut, ia memilih keluar dan pulang ke kampung halaman di Dusun Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul.

Kondisi orangtua yang sering sakit-sakitan membuatnya tidak tega membiarkan mereka sendirian di Bantul. Alasan inilah yang mendorongnya untuk pulang kampung pada tahun 1991. Sesampainya di rumah, ia tidak berdiam diri. Semua pengalamannya selama bekerja di pabrik ia praktikkan.

Ia mengawalinya deengan modal Rp.200.000,- semuanya dikerjakan sendiri bersama ketiga anaknya. Mereka digembleng Sastro sehingga mewarisi keahliannya. Setelah usahanya maju, Sastro membebaskan anaknya untuk memilih jalur sendiri. Hanya satu orang yang masih terus membantunya, sementara dua yang lain pindah jalur menjadi pengusaha material dan pedagang kelontong.

“Awalnya memang sedikit bingung karena sebelumnya saya hanya menjadi buruh. Tetapi, setelah membuka usaha, saya berperan ganda sebagai buruh sekaligus pengusaha. Sebagai pengusaha, saya dituntut untuk mengelola dengan modal terbatas,” katanya.

Pada permulaan usaha, Sastro hanya melayani pembuatan peralatan salon. Alasannya karena belum banyak yang membuatnya. Sejak awal ia memang tidak memilih menggeluti serat kaca sistem cor sederhana karena di Yogyakarta sudah banyak yang melakukannya.

Kemahiran Sastro semakin terasah setelah pesanan berbagai jenis model datang menghampirinya. Setiap kali ada desain baru, ia tak pernah menyerah untuk mencoba meski ada resiko gagal. “Pernah juga gagal sehingga saya rugi, tetapi setelah itu saya semakin menguasai tekniknya,” kata pria yang murah senyum itu.
Kini omzet Sastro mencapai Rp.40 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 30 persen. Kehadiran Sastro di Dusun Glagahan menjadi angin segar bagi warga sekitar. Pasalnya sebagian dari mereka bisa ikut mengais rejeki dengan bergabung menjadi tenaga kerja.

Dia yakin serat kaca masih akan menjadi tren selama beberapa tahun ke depan karena sifatnya tidak hanya aksesori, tetapi juga fungsional. Keunggulan serat kaca terletak pada karakternya yang fleksibel sehingga bisa diolah menjadi berbagai bentuk barang, sementara kekuatannya bisa mengalahkan kayu atau besi.

Source http://sutarko.blogspot.com http://sutarko.blogspot.com/2010/07/sastro-ahli-serat-kaca-dari-bantul.html
Comments
Loading...