Kerajinan Serbuk Kayu Di Desa Gembong

0 319

Kerajinan Serbuk Kayu Di Desa Gembong

Kreativitas warga Pati semakin banyak dikenal. Kali ini ganti Nur Kholis seorang warga Desa Gembong, Kecamatan Gembong berhasil mengolah serbuk kayu dan grajen menjadi kerajinan tangan. Tak ayal hal itu mampu menaikan nilai ekonomis.

Padahal limbah dari penggergajian kayu tersebut saat ini seringkali tidak dimanfaatkan oleh warga. Selain hanya banyak dibuang juga seringkali digunakan bahan bakar saja.

Namun setelah diolah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Nur Kholis mengatakan, proses pembuatan kerajinan grajen atau limbah serbuk kayu itu cukup mudah. Setelah serbuk kayu dikumpulkan dia hanya tinggal menuangkan lem kayu yang dituang di selembar plastik.

”Lem itu kemudian dicampurkan dengan serbuk kayu dan diaduk hingga merata. Adonan itupun kemudian harus dipadatkan. Setelah agak padat maka siap dibentuk menjadi sebuah karya seni.

Tinggal dibentuk sesuai yang diinginkan,”katanya. Setelah bentuknya rampung terbentuk, maka akan dilakukan penjemuran agar lebih kering. Barulah setelah itu dilakukan pengamplasan agar lebih halus.

Setelah itu tinggal dilakukan pewarnaan dengan disemprot menggunakan cat sesuai warna yang dikehendaki. ”Untuk proses pembuatannya pun cukup singkat hanya sekitar empat hingga enam jam saja,”terangnya.

Terkait harganya diakuinya cukup bervariasi tergantung dari bentuk dan tingkat kerumitannya. Untuk yang paling murah dikatakannya sekitar Rp 10 ribu sedangkan yang paling mahal bisa sampai Rp 2 juta.

”Bentuknya bisa berbagai macam selain model patung atau hiasan dinding juga bisa dibuat menjadi once atau pipa rokok, asbak, dan berbagai kerajinan lainnya. Sekarang ini kerajinan limbah serbuk kayu sudah merambah luar pati, bahkan banyak pesanan banyak datang dari kota lain,”tambahnya

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/index.php/smcetak/baca/146291/serbuk-kayu-diolah-jadi-kerajinan
Comments
Loading...