Kerajinan Serbuk Kayu Di Purworejo

0 144

Kerajinan Serbuk Kayu Di Purworejo

Industri kerajinan berbahan baku limbah serbuk gergaji, mulai dikembangkan di Purworejo. Kerajinan  yang memanfatkan limbah yang awalnya tidak memiliki nilai jual, setelah mendapat sentuhan tangan trampil, bisa disulap menjadi bentuk kerajinan yang menarik dan mempunyai nilai jual tinggi.  Apalagi bahan bakunya mudah ditemukan di berbagai wilayah Purworejo.

Berbagai kerjinan tesebut dapat dijumpai di “Mother Craft” yang dikelola Sunaryadi, beserta dua orang anaknya. Di rumahnya jl Brigjend Katamso 201 Kelurahan Boro Kulon Kecamatan Banyuurip, sekaligus sebagai bengkel dan show roomnya terpajang berbagai bentuk kerajinan berbahan baku limbah serbuk gergaji. Seperti pigura, tempat tisu, tempat mahar, celengan, tempat pensil, miniatur “Bedug Pandowo” hingga guci. Harganya pun bervariatif mulai dari Rp 5.000-Rp 150.000, namun juga ada yang mencapai Rp 450.000 tergantung jenis dan ukurannya.

Ketika ditemui, Sunaryadi yang juga pensiunan guru SD mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirintis sejak 2003 lalu. Ia memilih jenis usaha  itu sebagai sarana menyalurkan hobi dan kemampuannya di bidang seni. Sekaligus membimbing kedua anaknya Nursito Wahyu Indaryo (33) dan Ugi Bangun Cahyo (30), anak nomor empat dan lima dari lima bersaudara. Sedangkan nama Mother Craft, diberikan untuk mengingatkan anaknya agar tidak lupa kepada sang ibu, yang telah mendahuli sejak tahun 1993 lalu.

Produk kerajinan berbahan baku kertas karton, limbah gergaji, tali agel dan biji bijian. Semua bahan diperolehnya dari lingkungan sekitar, keculai tali agel yang harus membeli di Yogyakarta. Pilihan jenis kayu gergajian sangat menentukan, karena tiap kayu memiliki tektur dan warna yang bebeda. Misalnya kayu albasia keabu-abuan, nangka kemerah-merahan, sonokeling agak hitam. Limbah gergajian diayak agar halus, setelah itu ditaburkan sesuai warna yang diinginkan. Untuk menambah motif atau variasi, gunakan berbagai biji-bijian. Sehingga tidak menggunakan cat sebagai pewarna, karena pewarnanya asli.

Dikisahkan bahwa saat itu dirinya masih bertugas sebagai guru di sekolah dasar. Sebagai guru kelas, ia mengajar semua mata pelajaran. Kepala sekolah waktu itu mengambil kebijakan, bahwa semua guru disamping sebagai guru kelas, diberi kebebasan untuk mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan hobinya masing-masing. Kemudian ada yang mengambil olahraga, ada yang kesenian, pramuka, dan lain-lain. Ia sendiri memilih menggambar dan pekerjaan tangan (prakarya/ketrampilan). Guru itu, apabila ada sebuah even tertentu, bertanggungjawab terhadap spesialisasinya. Alhasil siswanya selalu tampil juara dalam setiap kegiatan.

Darah seninya mengalir dari keluarganya. “Kakek saya dulu sudah mahir membuat sabuk besar pada pakaian surjan. Ibu saya waktu itu sudah juara menggambar yang diselenggarakan perusahaan rokok terkemuka di Indonesia. Nampaknya dua anak terakhir saya juga mengikuti jejaknya. Nursito senang bergerak di bidang sablon dan percetakan, Ugi senang di kerajinan. Jadilah tempat saya menyediakan kerajinan dan percetakan. Keduanya alumnus ISI yogyakarta.” kenangnya.

Seiring bertambahnya umur, Sunaryadi menyadari kemampuan fisiknya semakin menurun. Untuk itu, pekerjaan yang bersifat fisik kini mulai dilakukan kedua anaknya. Ia mengaku, belum pernah mengikuti pelatihan, hanya pernah sekali anaknya mengikuti pelatihan mengolah berbagai tanaman serat menjadi kertas, di Yogyakarta. Untuk mengenalkan produknya, telah mengikuti beberapa pameran baik di dalam maupun luar kota, yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun swasta.

Pada awal usaha, ia menawarkan produk berupa kotak kado, celengan ke berbagai pasar swalayan di luar seperti Purwokerto, Semarang, Tegal, Pemalang. Di luar dugaan ternyata pasar memberikan respon, sehingga memacu dirinya untuk mengembangkan produk lain. Bahkan setiap mengikuti pameran, menyertakan minatur “Bedug Pendowo” sebagai maskot Purworejo. Kini pihaknya terus mengembangkan berbagai produk seperti pernak-pernik mainan berbahan baku biji-bijian, berbagai souvenir pernikahan.

Source http://purworejokab.go.id http://purworejokab.go.id/weblama/news/seputar-ekonomi/1608-mother-craft-kembangkan-kerajinan-serbuk-kayu
Comments
Loading...