Kerajinan Serut Kayu Karya Mahasiswa Untidar

0 181

Kerajinan Serut Kayu Karya Mahasiswa Untidar

Apa jadinya jika limbah kayu seperti serbuk dan serutan kayu berada di tangan-tangan orang-orang kreatif? Pasti akan memunculkan satu kreasi bernilai ekonomi tinggi. Seperti dilakukan oleh lima mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) ini. Mereka memanfaatkan serut kayu untuk membuat lukisan 3D.

Kelima mahasiswa kreatif itu adalah Khusni Mubarok, Filla Ardyarti, Puji Lestari, Lilis Sinarsih dan Hermowo Dewabroto. Ide bermula ketika mereka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

Mereka ingin membuat kerajinan tangan berbahan serutan kayu. Pikiran ini muncul saat kelimanya berada di dekat lokasi industri rumahan pembuatan mebel di Kabupaten Magelang.

“Saat itu, kami melihat serutan kayu yang dihasilkan industri mebel kok indah dilihat ya ketika bertumpuk. Terus, kami coba main-main menyusun suatu gambar dari serutan yang bertumpuk, ternyata hasilnya bagus. Akhirnya kami putuskan memanfaatkan limbah serutan kayu menjadi lukisan,” beber Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Lugabut, Khusni Mubarok

Khusni menjelaskan, Lugabut merupakan hasil kerajinan yang murni didanai dari proposal PKMK. Mereka mengajukan proposal pada November 2016 silam. Dan, proposal disetujui pada Februari 2017.

Lugabut, sambung Khusni, merupakan lukisan tiga dimensi berbahan limbah serutan kayu yang mempunyai nilai estetika seni dan tak sembarang orang bisa membuatnya. Daya tarik lukisan ini terkesan seperti kolase.

“Produk kami mungkin agak berbeda dengan industri kreatif lain. Khususnya dalam hal lukisan. Mungkin kebanyakan lukisan lain hanya sekadar memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai, sehingga hanya memunculkan kesan biasa. Sedangkan karya kami mirip seperti kolase, namun hidup,” ungkapnya.

Selain itu, Lugabut punya kesan hidup, karena tampilan 3 dimensinya. Produk lukisan ini juga mudah perawatannya. Cukup dibersihkan menggunakan kuas untuk menghilangkan debu yang menempel. Keunggulan lain, produk lukisan tidak mudah berjamur. “Produk telah dilapisi politur dan pernis agar tidak mudah berjamur.”

Filla Ardyarti, anggota tim lain menyampaikan, selain unsur estetika, Lugabut memiliki daya jual ekonomis. Sehingga bisa menambah penghasilan mereka sebagai mahasiswa.

Pemasaran Lugabut masih memanfaatkan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. “Produk dijual berdasarkan pemesanan, dengan harga di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung tingkat kesulitan dalam membuat karya yang dipesan.”

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2018/01/04/berbahan-serutan-kayu-hasilnya-mirip-kolase/
Comments
Loading...