Kerajinan Shuttlecock Di Malang

0 212

Kerajinan Shuttlecock Di Malang

Selain raket, olahraga Bulu tangkis tidak bisa lepas dari yang namanya suttlecock karena merupakan salah satu alat yang digunakan dalam cabang olahraga bulu tangkis. Suttlecock yang sering terlihat digunakan para atlet bulu tangkis dalam suatu turnamen bulu tangkis di Indonesia, salah satunya merupakan produksi dari para pengrajin di Kabupaten Malang.
Berawal dari menjadi buruh pabrik di perusahaan pembuat suttlecock, Andri kemudian berinisiatif untuk bisa menghasilkan produk suttlecock sendiri. Andri menjelaskan bahwa dirinya memulai usaha sendiri pada tahun 1996 dengan merk Kendedes dan Scorpion dirumahnya yang berada di Jalan Keramat Dusun Ngepeh RT 08 RW 06 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Dengan dibantu 20 orang tenaga kerja yang didominasi wanita, dia bisa menghasilkan 120 slop suttlecock setiap harinya, dimana setiap slopnya berisi 12 suttlecock. Setiap dua minggu sekali, Andri mengaku langsung mengimpor bahan bahan baku pembuatan suttlecocknya dari Taiwan seperti bulu angsa, lem, dan juga gabus.
“Sebenarnya di Indonesia juga tersedia bahan baku untuk pembuatan suttlecock, kualitas bulu angsanya juga lebih baik dibandingkan yang dari Taiwan. Namun karena jumlahnya yang terbatas, sehingga saya terpaksa harus mengambil dari Taiwan,” ujarnya.
 
Untuk proses pembuatan suttlecock, mula-mula bulu dicuci bersih kemudian di oven selama dua jam. Setelah itu kemudian bulu dicetak dan diluruskan dengan menggunakan mesin yang dia peroleh dari bantuan pemerintah. Selanjutnya, gabus dilubangi dengan menggunakan bor dan kemudian bulu ditancapkan pada gabus menggunakan mesin, kemudian di jahit dan di stel untuk mengurangi resiko goyang. Setelah di stel, kemudian suttlecock diberi lem untuk kemudian di tes menggunakan mesin sesuai speed yang diinginkan.
Menurut Andri, terdapat dua ukuran speed yaitu speed 77 dan speed 78. Speed 78 banyak digunakan didaerah yang suhunya panas seperti Jakarta dan Surabaya. Sedang didaerah dengan suhu yang dingin seperti Bandung dan Malang banyak digunakan suttlecock dengan speed 77, jelasnya. Seusai di tes berdasarkan speednya, kemudian suttlecock diberikan label merk untuk kemudian dikemas. Untuk harga per slopnya antara Rp. 55.000 – 60.000 dengan omzet per bulannya mencapai sekitar Rp. 150.000.000 ,tambahnya.
Disebutkan, suttlecock Kendedes dan Scorpion sudah dipasarkan di Jakarta, Makasar, Kalimantan, Jember, Jambi dan Medan. Produksi suttlecocknya juga sering digunakan dalam turnamen-turnamen bulutangkis dalam negeri, terakhir dia juga menyeponsori turnamen Makassar Cup.
Andri menjelaskan, usaha pembuatan suttlecocknya masih sebatas pengrajin dan belum bisa disebut sebagai industri karena jumlah produksinya yang masih sedikit perharinya. Sebenarnya, konsumennya sendiri banyak yang memesan lebih dari seribu slop. Namun karena dirinya untuk saat ini hanya bisa memproduksi 120 slop per harinya, jadi mau tidak mau konsumennya harus mau menerima semampu yang dia produksi.
Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2015/06/suttlecock-kendedes-dan-scorpion-buatan-pengrajin-malang.html
Comments
Loading...