Kerajinan Shuttlecock Di Sukoharjo

0 201

Kerajinan Shuttlecock

Permintaan shuttlecock yang diproduksi di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Guna menjaga pelanggan, sejumlah perajin tetap menjaga kualitas produknya. Salah satu produsen shuttlecock, Marjoko Kompas & Domas (MKD), misalnya menjaga kualitas produknya dengan memilih bahan baku berupa bulu ayam dan bulu entok yang terbaik.

“Bulu yang digunakan harus berasal dari ayam yang bobotnya lebih dari dua kilogram. Kami lebih baik menolak bulu dari ayam yang bobotnya kurang dari dua kilogram karena bisa dipastikan kualitasnya juga berkurang,” ujar salah satu karyawan MKD, Yuli Trihanto.

Menurut Yuli, untuk satu ekor ayam, biasanya yang digunakan hanya empat helai bulu, yakni bulu nomor dua dan tiga pada sayap ayam.  “Kalau sayap nomor satu terlalu kecil,” kata Yuli.

Sedangkan untuk bulu entok, kata dia, dapat digunakan semua. Namun untuk shuttlecock kualitas super, pihaknya menggunakan bulu ekor entok. Bulu-bulu tersebut didapat dari rumah pemotongan ayam di Jakarta. Seunting bulu yang lebih kurang berisi 100 bulu, dihargai Rp120.000. Ia mengambil bulu antara 2,5 kilogram-3 kilogram.

Source Kerajinan Shuttlecock Di Sukoharjo Kerajinan Shuttlecock Di Sukoharjo
Comments
Loading...