Kerajinan Sketsa Dari Sabut Kelapa Di Makasar

0 172

Kerajinan Sketsa Dari Sabut Kelapa Di Makasar

Ada yang unik dari pameran expo di Perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 70 di Lapangan Karebosi, Makassar. Pegelaran yang dihelat sejak 12 hingga 16 Juli tersebut menampilkan 200 lebih stand yang selain menyajikan kearifan lokal khas Sulsel, juga menghadirkan kerajinan tangan unik dari pulau lain.

Memasuki lokasi Expo, mata pengunjung dibuat takjub dengan sketsa portrait keluarga lengkap Presiden RI, Joko Widodo bersama istri dan ketiga anaknya. Uniknya, sketsa berukuran 60 cm x 85 cm tersebut terbuat dari serbuk sabut kelapa yang dipamerkan di stand Cocofiber art dari Sumatera Utara.

Jika sabut kelapa umumnya berakhir di pembakaran, di tangan Febri, sabut tersebut menjadi bahan utama sebuah lukisan. Usaha Cocofiber Febri mulai dipatenkan pada Januari 2016.

“Untuk sketsa sebesar ini, kita bandrol harga mulai Rp6 hingga Rp8 juta, tergantung kesulitan sketsa,” ungkap Febri Yunatra selaku pengrajin.

Febri mengaku, awalnya tidak sengaja menemukan cara membuat sketsa menggunakan sabut kelapa. Dimulai dengan keprihatinannya kepada kawan yang menjual sikat WC dari sabut kelapa, Febri berusaha mengangkat kembali nilai jual bahan baku yang sudah tidak terbeli tersebut.

“Teman saya berhenti produksi sikat dari sabut karena peminatnya mulai berkurang. Bahan baku awalnya ingin disingkirkan dengan cara dibakar, akan tetapi banyak tetangga yang protes karena asapnya mengganggu. Dari sana kita mulai berfikir bagaimana membuat kerajinan lain selain sikat,” ungkapnya

Sebelum menggeluti sketsa sabut, awalnya Febri mengaku lebih dulu memproduksi kursi dari hanger kayu. Akan tetapi, bakat membuat sketsanya dimulai sejak dari bangku sekolah dasar.

“Dari SD suka buat sketsa wajah pakai pensil. Tapi lama kelamaan saya tidak mendalami itu lagi, malah menjadi pengrajin perabotan. Tidak disangka, kegemaran masa kecil saya kembali saya tekuni di umur sekarang,” imbuhnya.

Terkait teknik pengerjaan sendiri, Febri mengaku untuk mendapatkan ukuran potongan sabut kelapa yang seragam, diperlukan alat khusus agar potongan sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, kerajinan tersebut dijemur dibawah terik matahari selama satu minggu.

Menggunakan 4 warna alami sabut kelapa, Febri memaparkan asal dari  degrasi warna yang digunakan dalam lukisan tersebut tidak menggunakan bahan pewarna tekstil sama sekali.

“Warna kuning berasal dari sabut kelapa muda, warna coklat berasal dari sabut kelapa sedang, warna coklat tua berasal dari sabut kepala tua dan warna hitam berasal dari ijuk,” paparnya.

Dinilai potensial untuk mendongkrak perekonomian Sumatera Utara, Dinas koperasi dan UMKM kabupaten Deli Serdang memantapkan diri menggandeng Cocofiber art dan membantu promosi.

“Sekarang kami juga mengadakan pelatihan kerajinan tangan khusus dari sabut kelapa untuk siswa SMP dan SMA di Deli Serdang. Pelatihan itu hanya berupa sikat dari sabut dan hiasan lampu. Untuk lukisan, prosesnya lama jadi kelasnya tidak kami buka,” terangnya.

Sayangnya hingga saat ini, Febri mengaku masyarakat masih belum mengenal lukisan dan wallpaper dari sabut tersebut, sedangkan kerajinan tangan berupa sikat WC tradisional, sudah mulai dilupakan.

Source http://arsip.kabar.news/ http://arsip.kabar.news/cocofiber-sulap-sabut-kelapa-jadi-sketsa-seharga-rp8-juta
Comments
Loading...